Warga Indonesia Ingin Wisata ke Arab Saudi? Begini Caranya

Setelah merilis secara resmi e-visa untuk turis sejak akhir bulan September lalu, kini pemerintah Arab Saudi mempersilahkan warga negara di luar daftar 49 negara (Grup A), dapat melancong ke Arab Saudi sebagai wisatawan.

Visa turis untuk negara-negara tersebut masuk dalam daftar grup, di antaranya Indonesia, Filipina, dan negara lainnya di seluruh dunia.

Yang membedakan antara pemegang paspor negara grup A dan grup B adalah cara memproses visanya.

Untuk ke-49 negara yang termasuk di Grup A, prosesnya dapat dilakukan secara elektronik (online) dan membutuhkan waktu hanya 5 – 30 menit saja.

Sementara untuk negara-negara yang termasuk dalam kategori B, proses mendapatkan visa wisata ke Arab Saudi harus mengajukan ke Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA) di masing-masing negara.

Lebih lanjut, berikut ini beberapa persyaratan yang harus dipenuhi bagi WNI yang ingin mendapatkan visa turis ke Arab Saudi:

  1. Usia minimum pemohon visa (turis) adalah 18 tahun.
  2. Jika usia pemohon visa di bawah usia 18 tahun, maka harus bersama orang tua atau wali.
  3. Saat pengajuan visa, paspor valid minimal 6 bulan pada saat memasuki Arab Saudi.
  4. Jika terjadi penolakan, biaya visa tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
  5. Visa berlaku selama 1 tahun (multiple entries), masa tinggal di Arab Saudi tidak boleh lebih dari 90 hari, Jika melebihi batas tinggal, maka dikenakan biaya 100 SR/hari.
  6. Pemohon bisa dari agama manapun.
  7. Dokumen yang diperlukan meliputi:
    – Bukti booking penginapan
    – Bukti tiket kembali
    – Surat keterangan pekerjaan
    – Statemen rekening bank
  8. Informasi pendukung meliputi:
    – Indetitas diri
    – Alamat rumah
    –  Jadwal perjalanan (itinerary)
  9. Masa penerbitan visa selama 1-2 hari hari kerja.
  10. Recek visa dilakukan oleh semua maskapai sebelum terbang ke Arab Saudi.

Biaya dan Validitas
Biaya yang diperlukan untuk visa turis, baik itu E-Visa, Visa-on-Arrival dan melalui KBSA sebagai berikut:

  • Biaya visa sebesar SAR 440, yang meliputi base fee (SAR 300) dan asuransi kesehatan (SAR 140). Pajak dan biaya pemrosesan visa diluar biaya ini.
  • Validitas visa tergantung pada jenisnya. Untuk visa tunggal (single entry), memungkinkan untuk tinggal selama satu bulan, sementara visa multiple entries, memungkinkan tinggal di Arab Saudi sampai tiga bulan.
  • Durasi maksimum tinggal hingga tiga bulan perkunjungan, dengan tidak melebih dari 3 bulan dengan multiple entries.

Sumber: https://www.visitsaudi.com/en/about-evisa.html

9 Comments

  1. apakah bisa membuat visa kerja ke arab saudi ?
    sebelumnya sudah pernah bekerja di Arab saudi, pulang untuk cuti, namun akan kembali sebelum masa cuti habis, bagaimana cara pengurusan & berapa biaya serta berapa lama visa di aprove..?
    terimakasih

    • Visa kerja harus ada panggilan dari sponsor di Saudi atau ada info lowongannya di Indonesia. Bisa dikonsultasikan ke beberapa PJTKI terdekat untuk lebih detailnya.

  2. apakah boleh visa di gunakan untuk kegiatan mulazamah ? belajar di halaqah di masjid nabawi atau masjidil haram, apa boleh untuk umrah ?

  3. berarti kalo saya harus buat visa multiple entry ke saudi harus memenuhin syarat dokumen tersebut /di atas za,dan apakah kita ke saudi embassy nya harus melalui jasa ,lewat pt/agentravel ataukah kita bisa mandiri langsung membawa berkas yang di syaratkan ke kedutaan saudi yg ada di jakarta
    mohon penjelasannya supaya bisa di pikir dan analisa kembali untuk saya pribadi

    • silahkan ke Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta untuk pengajuan visanya. Atau jika ingin tau nomor2 agen yang biasa mengurusnya, untuk mempelajari lebih dalam, silahkan bisa kirim WA ke kami di nomor +966 56 301 3181.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.