Dua Wajah Al-Jazeera Untuk Menyerang Arab Saudi

Siapa yang tidak kenal dengan kanal berita Al-Jazeera? Stasiun televisi yang bermarkas di Dhoha, Qatar.

Selain mengoperasikan beberapa saluran TV, Al Jazeera juga mengoperasikan web berita berbahasa Arab dan Inggris.

Banyak kaum muslimin menganggapnya sebagai saluran berita yang independen secara politik dan menganggapnya sebagai penyeimbang berita Barat yang merugikan umat dan agama Islam.

Tetapi, kini tidak sedikit kaum muslimin yang mulai tersadarkan bahwa kanal berita Al-Jazeera tak lepas dari upaya propaganda sebuah kelompok yang selalu menganggu stabilitas sebuah negara dan menginginkan kekacauan untuk dikuasai.

Negara-negara Arab di Timur Tengah telah menutup kantor jaringan pemberitaan yang didanai Qatar tersebut. Terakhir, Sudan melakukan hal yang sama: menutup kantor perwakilan Al-Jazeera di Khortoum dan mengusir wartawannya.

Framing Berita Al-Jazeera Terhadap Arab Saudi
Sebagai contoh bagaimana Al-Jazeera memerankan medianya untuk mendiskreditkan Arab Saudi, simak framing berita yang dibuatnya sebagai berikut.

Al-Jazeera memainkan dua wajah dalam usaha menggiring opini publik terhadap Arab Saudi.

Pertama, dalam kanal berita Al-Jazeera berbahasa Arab yang ditujukan untuk dunia Arab dan Islam, mereka mem-blow up berita bahwa Arab Saudi kini telah berubah menjadi negara sekuler, menangkapi para da’i yang menyerukan kebebasan.

Kedua, sementara di kanal beritanya yang berbahasa Inggris yang diarahkan untuk konsumsi publik di Barat, Al-Jazeera menyebarkan berita bahwa Arab Saudi Saudi mendukung kelompok Islam radikal, melarang minuman keras, mengebiri kaum sekularis, kaum lesbi dan homoseksual, dan menegakkan hukum Islam.

Fakta di atas dapat dibaca dengan gamblang di media Al-Jazeera. Tidak diragukan kanal tersebut sengaja menyulut permusuhan ke jantung umat Islam, Arab Saudi, hingga jika ada serangan dari Syi’ah Iran terhadap Saudi pun, Al-Jazeera membisu tidak membela kaum muslimin atas Syi’ah.

Di waktu yang sama, Al-Jazeera menghasut Barat dan kaum sekuler untuk selalu melawan Arab Saudi dan berusaha membentuk kelompok yang lebih banyak sebagai penentang negara Haramain.

Padahal, semua tahu, Saudi sebagai tuan rumah dari pusat ibadah umat Islam dunia, yang mendapat kehormatan melayani dua masjid suci dan menerapkan hukum Islam, yang selalu menyiarkan tauhid dan sunnah.

Allahul musta’an.

Sejumlah warga Palestina membakar poster dengan logo Al-Jazeera di kawasan kota tua Yerusalem, dalam sebuah foto dokumentasi beberapa tahun lalu (sumber: BBC News Indonesia).
Dokumentasi tahun 2011 menunjukkan unjuk rasa warga Palestina di Yerusalem mengutuk Al Jazeera (sumber: BBC News Indonesia).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.