Menlu Arab Saudi Menjawab Pemutarbalikkan Fakta Perang di Yaman

Sebuah pertanyaan disampaikan oleh seorang wartawan “the Guardian” kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubair, “Anda mengatakan bahwa pasukan udara Arab Saudi adalah tentara porfesional dan mereka menggunakan senjata yang tepat.”

“Saya mengikutinya sejak awal, menurut analisis dari beberapa pihak, kebanyakan sasaran yang diserang adalah warga sipil, seperti sekolah, rumah sakit, pasar, yang merupakan infrakstruktur ekonomi.”

“Melihat banyaknya fasilitas umum menjadi target sasaran, sulit untuk mempercayai alasan Anda bahwa pasukan udara Anda profesional dan menargetkan sasaran yang tepat, tetapi justru mereka melanggar undang-undang kemanusiaan.”

“Yang ingin saya tanyakan dan ingin tahu, mengenai peranan penasehat Amerika Serikat dan Inggris dalam memberikan arahan mengenai target sasaran di kawasan tersebut.”

Setelah wartawan tersebut bertanya, host dalam acara yang berlangsung di Chatham House London, (7/11/2016) tersebut, memberikan tambahan: “Jika Anda tahu, bahwa yang ditanyakan tersebut menjadi isu panas di Inggris.”

Inilah jawaban Adel al-Jubair:

“Ya saya tahu. Berkenaan dengan masalah sekolah dan rumah sakit, dan sebagainya saya pikir banyak yang sangat dilebih-lebihkan.

Houtsi telah mengubah sekolah, rumah sakit, dan masjid menjadi pusat kendali yang memerintah. Mereka telah mengubahnya menjadi gudang senjata. Dan dengan cara itu mereka bukan lagi target sipil. Mereka adalah target militer.

Mereka mungkin sebuah sekolah setahun yang lalu, tetapi mereka tidak sekolah ketika mereka dibom. Ketika Anda memiliki gedung yang dulunya adalah sekolah yang telah menjadi gudang senjata, itu bukan sekolah lagi, itu adalah gudang senjata.

Ada kesalahan dengan bagaimana informasi dikumpulkan di Yaman, yang tidak akurat. Orang bilang ini sekolah. Ya, itu mungkin sebuah sekolah setahun yang lalu, tetapi bukan sekolah ketika dibom, dan kemudian mereka mengatakan koalisi menghantam sebuah sekolah. Tidak benar.

Orang-orang menuduh kami – koalisi – membom sebuah pesta pernikahan di mana 120 orang meninggal. Kami tidak memiliki pesawat pada hari pernikahan tersebut, sehari sebelumnya, atau sehari setelahnya. Tapi saya tidak melihat satupun yang menarik tuduhannya.

Kami dituduh mengebom kota tua Sana’a, warisan bersama umat manusia, ketika kami tidak pernah menugaskan pilot menyerang di dekat kota tua tersebut. Tetapi saya tidak melihat ada yang datang dan berkata, “maaf, kami salah menuduh Anda.”

Kami dituduh menjatuhkan bom cluster, bom tandan buatan Inggris- BL-755, bahkan laporan amnesti dan selama berbulan-bulan media berbicara tentang bagaimana kami menggunakan bom tersebut di Yaman.

Ya, coba tebak, bom cluster dibeli dua, pada tahun 1985 dan sebelum 2005 sudah menjadi usang. Inggris tidak dapat memperpanjang masa penggunaan bom cluster karena konvensi yang ditandatangani bersama AS.

Dan pesawat kami, pesawat Tornado yang kami beli dari Inggris, sistem senjata elektroniknya ketika ditingkatkan untuk menampung amunisi baru, kemampuan menampung bom cluster dihilangkan karena Inggris menandatangani perjanjian tersebut.

Jadi, jika Anda memiliki bom yang tidak berguna, dan Anda memiliki platform, pesawat terbang, yang tidak dapat menggunakan bom, bagaimana kita bisa menjatuhkannya? Dimana logikanya?

Ok, ada bom di Yaman yang tidak meledak, jadi kami sedang menyelidikinya untuk mengetahui bagaimana bom itu sampai di sana. Tetapi orang-orang langsung mengambil kesimpulan ketika datang ke Arab Saudi dan koalisi, banyak hal yang dibesar-besarkan dan diulang-ulangi sehingga diklaim menjadi fakta.

Tidak ada yang mundur dan berkata tunggu dulu, mari kita menggunakan akal sehat. Mari kita berdiskusi dengan informasi yang benar.

Apa motif kami untuk membunuh anak-anak di Yaman? Yaman adalah tetangga kami. Selama ini kami adalah pendukung terbesar Yaman selama 40 tahun.

Sampai saat ini, 4 juta warga Yaman tinggal di Arab Saudi, mengapa kami ingin memusuhi mereka?

Saya tidak melihat kritik tentang tentara anak yang dieksploitasi oleh Houtsi. Saya tidak melihat kritik tentang pemboman tanpa pandang bulu oleh Houtsi.

Saya tidak melihat kritik terhadap Houtsi yang melanggar resolusi internasional dan mengambil alih suatu negara.

Saya tidak melihat kritik terhadap rudal balistik Houtsi yang menargetkan Arab Saudi.

Tetapi saya melihat kritik terhadap Arab Saudi dalam membela pemerintah yang sah berdasarkan hukum internasional dan berdasarkan resolusi PBB.

Jadi, apakah ada ada kerusakan yang terjadi dalam peperangan? Dalam setiap perang ada pasti ada kerusakan. (Tetapi) yang diusahakan adalah mencoba meminimalisir kerusakan. Tujuannya adalah berusaha sehati-hati mungkin.

Ketika sebuah insiden terjadi dan Anda menyelidiki, kemudian Anda menyadari bahwa intelijen salah, ok kita perlu sistem yang lebih baik yang dipertaruhkan.

Jika Anda sadar mungkin prosedurnya tidak memadai. Anda menerapkan prosedur untuk memastikan bahwa itu tidak terjadi. Itulah yang dilakukan militer Anda.

Inilah yang dilakukan oleh militer Amerika. Inilah yang dilakukan militer Saudi. Inilah yang dilakukan militer Emirat. Ini bukan yang dilakukan Houtsi.

Mereka membabibuta tanpa pandang bulu, membuat orang kelaparan, membajak bantuan kemanusiaan. Namun tuduhan-tuduhan ini ditujukan pada Kerajaan Arab Saudi dan koalisi.

Dan ketika tuduhan mereka ternyata palsu, tidak ada yang berdiri dan berkata, “maaf kami salah informasi”. Mereka melanjutkan ke hal lain berikutnya.

Jadi kami mematuhi hukum humaniter internasional. Dan kami sangat sadar akan hal itu. Dan kami bertekad untuk meminimalkan kerusakan sipil dan kerusakan akibat perang.

Dan inilah yang dibuktikan oleh sekutu dan koalisa kami.

Terima kasih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.