Kapan dan Bagaimana Negara-negara Arab Memulai Bulan Ramadan?

Menurut perhitungan astronomi, bulan suci Ramadan tahun ini dimulai pada hari Senin, 6 Mei 2019. Seperti diakui, metode hisab atau penggunaan ilmu falak, dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi sangat akurat.

Berdasarkan perhitungan astronomi tersebut, di negara-negara seperti Arab Saudi, Yordania, UEA, Bahrain, Mesir dan sebagian besar negara-negara Arab, hari Ahad, 5 Mei 2019 akan menjadi pelengkap untuk bulan Sya’ban 1440 (hari ke-30). Sementara hari Senin, 6 Mei, 2019 diperkirakan sebagai hari pertama Ramadhan 2019 (1 Ramadhan 1440).

Meskipun demikian, sunnah mengajarkan dalam menentukan awal Ramadhan dilakukan dengan salah satu dari dua cara; melihat hilal Ramadhan atau menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.

Melihat hilal sebagai tanda masuknya bulan Ramadan adalah dengan melakukan survei Hilal Ramadhan pada tanggal 29 Sya’ban, yaitu melihat bulan sabit dengan mata telanjang atau teropong.

Jika bulan Ramadhan terlihat, hari berikutnya merupakan hari pertama bulan Ramadhan, dan jika itu tidak dapat terlihat, maka hari berikutnya merupakan akhir dari bulan Sya’baan.

Sementara dalam perhitungan astronomi, diperkirakan bulan Ramadhan tahun ini hanya 29 hari, yang berarti bahwa hari terakhir Ramadhan akan jatuh pada hari Senin, 3 Juni 2019. Jika menurut perhitungan ini, maka Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Selasa, 4 Juni 2019.

Bulan suci Ramadhan adalah bulan kesembilan dari bulan Hijriyah, dimulai dengan melihat bulan sabit (hilal) Ramadhan dan berakhir dengan melihat bulan sabit Syawal (Hilal Idul Fitri).

Oleh karenanya, yang lebih tepat dan sesuai dengan petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengenal hilal adalah dengan ru’yah (yaitu melihat bulan langsung dengan mata telanjang). Karena Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi contoh dalam kita beragama telah bersabda,

إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ ، لاَ نَكْتُبُ وَلاَ نَحْسِبُ ,الشَّهْرُ هَكَذَا وَهَكَذَا

Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula mengenal hisab. Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).” – HR. Bukhari no. 1913 dan Muslim no. 1080, dari ‘Abdullah bin ‘Umar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.