Mengenal Kurma Mufattal Sukkari 

Di Indonesia, kurma sukkari ruthob sangat terkenal, yaitu kurma yang sangat lembut dan mencair di dalam mulut serta rasa manis yang pas.

Namun ada pula kurma mufattal, yaitu kurma sukkari ruthob tetapi sudah mengeras dan berkurang kadar airnya.

Kurma mufattal ini harganya biasanya lebih mahal dari kurma sukkari ruthob yang banyak digemari masyarakat Indonesia, karena lebih awet, tidak mudah basi atau berulat dan rasanya lebih khas dibandingkan ruthob sukkari.

Untuk membedakan sukkari mufattal, cara paling gampang adalah dengan mencobanya secara langsung, jika dominan keras maka ia adalah kurma mufattal dan disarankan sebagai oleh-oleh karena tidak perlu pendingin dan insya Allah tidak mudah basi.

Baik kurma sukkari ruthob atau mufattal, keduanya berasal dari varietas yang sama, yang membedakan hanya dari proses pengeringan saja.

Kurma sukkari berasal dari negeri Basrah di Irak 1200 tahun lalu, kemudian dibudidayakan di provinsi Qashim Arab Saudi dan terkenal menjadi Sukkari Qassim.

Disebut sukkari berasal dari sukkar artinya adalah gula, karena memang manis dan ada bijih mirip gula jika disimpan cukup lama.

Kurma adalah salah satu kehebatan Allah yang menciptakan makhluknya.

Kurma akan semakin subur dan ranum jika cuaca semakin panas dan curah hujan semakin sedikit.

Sebaliknya, jika cuaca teduh dan sering hujan, maka kurma yang dihasilkan akan lebih kecil, tidak manis dan sedikit, hal ini sebagaimana penjelasan penjaga kebun kurma.

Madinah, Ahad 28 April 2019.

@suaramadinah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.