Kunjungan Masyarakat Indonesia ke Pabrik Indomie di Arab Saudi

Salah satu produsen mie instan terkenal asal Indonesia, Indomie, memiliki pabrik di Arab Saudi, di kota Jeddah dan Dammam.

Pada hari Sabtu (13/4), masyarakat Indonesia yang bermukim di Wilayah Timur Arab Saudi, mengunjungi salah satu pabriknya di Dammam.

Berikut catatan perjalanan dari salah warga Indonesia yang berkesempatan hadir bersama rombongan.

Alhamdulilah, kunjungan ke Indomie Dammam berlangsung lancar dan menyenangkan.

Hujan dan genangan air tak menyurutkan animo rombongan untuk hadir di Indomie (PAFL) Dammam. Sambutan yang luar biasa dari Indomie (PAFL) Team sungguh luar biasa. MasyaAllah, serasa mendatangi “farm” milik sendiri.

Penjelasan dari video presentasi dari Indomie Team mencerahkan semua “doubt” yang ada. Factory Tour diadakan agar dapat melihat langsung produksi Indomie, dari mixing tepung terigu menjadi adonan, lalu di-press 2 kali, ditipiskan hingga dimasak (di-steam), dipotong lalu selanjutnya digoreng.

Selanjutnya didinginkan sampai dikemas dan diisi bumbu hingga kemudian dibagi jadi masing 5 bungkus semuanya menggunakan mesin, ya dengan mesin, bukan manual.

Setelah itu, Indomie dibungkus dalam kemasan 5 in 1 dimasukkan ke dalam karton secara manual. Menurut penjelasan yang kami terima, tidak lama lagi proses packing Indomie ke karton juga akan dikerjakan dengan mesin… MasyaAllah.

Kunjungan ke Indomie Factory dilanjutkan dengan ramah tamah dan tanya jawab sambil menyantap Indomie Cup Noodle.

Terjawab beberapa pertanyaan yang sering hinggap jika berdiskusi tentang instant noodle.

Beberapa poin penting terkait dengan Indomie, di antaranya:

  • Indomie dibuat tanpa bahan pengawet, melainkan awetnya Indomie yang bisa sampai dengan 12 bulan (atau 9 bulan regulasi Arab Saudi) selama disimpan dengan baik (tidak langsung terkena sinar matahari, tidak dekat bahan kimia dan dekat dengan beras) adalah karena kadar air mie Indomie hanya 3% dari proses penggorengan dan pendinginan.
  • Adanya film di rebusan air ketika merebus mie bukanl karena unsur pengawet, tapi itu adalah sisa minyak yang digunakan menggoreng mie.
  • Indomie mengandung maksimum 17% fat.
  • Indomie hanya mengandung 0.4 milligrams MSG perbungkusnya. Sedangkan ambang batas manusia untuk mengkonsumsi MSG ada 10 milligram perhari. Jika mengosumsi Indomie 25 bungkus perhari, baru melebihi ambang batas kesehatan, itupun bagi yang percaya bahwa MSG merupakan bahan berbahaya untuk tubuh.
  • Penambahan sayur, telur, ayam dan protein bisa melengkapi nutrisi yang diperlukan tubuh jika diinginkan sehingga tidak sekedar asupan karbohidrat belaka.

Selain bangga atas produk dan brand Indonesia berjaya di luar negeri, sekaligus ini bukti yang dapat menjawab stigma negatif tentang Indomie.[]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.