Syaikh Sudais: Mengimami Shalat Berjamaah Meski Sedang Safar

Berpergian (safar) tidak lepas dari kesusahan di dalamnya. Inilah sebabnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

السَّفَرُ قِطْعَةٌ مِنَ الْعَذَابِ يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ وَنَوْمَهُ، فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ مِنْ سَفَرِهِ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

Safar (bepergian) itu bagian dari azab. Seseorang akan terhalang (terganggu) makan, minum, dan tidurnya. Maka, bila seseorang telah menunaikan maksud safarnya, hendaklah ia menyegerakan diri kembali kepada keluarganya.”

Terlebih di zaman dahulu, safar merupakan keadaan yang sulit. Medan safar yang sulit, melewati gurun yang luas dan panas, gunung dan hutan yang keras dan banyak hewan buas serta lautan yang terkadang sulit ditaklukkan. Di zaman inipun, apabila kita melakukan safar, kita masih merasakan ketidaknyamanan, di jalan kita sulit tidur, tidak merasakan privacy serta tidak merasa nyaman seperti merasa di rumah sendiri. (muslim.or.id)

Meskipun demikian, ada yang unik dilakukan oleh Imam Masjidil Haram Makkah, Syaikh Abdurrahman Sudais. Beliau, hafizahullah, ternyata masih tetap menjadi imam saat safar.

Video viral di media sosial menunjukkan Syaikh Sudais megimami sebuah jemaah kecil di sebuah padang pasir saat shalat Maghrib.

Berikut di bawah ini cuplikan rekamannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.