Berita Arab Saudi-Israel Merancang Megaproyek Timteng

Bukan sebuah kejutan lagi datang dari harian Kompas pada awal 2018, yakni menurunkan berita adanya komunikasi antara Israel dan Arab Saudi terkait rencana mega-proyek ekonomi Timur Tengah dalam 5-15 tahun mendatang.

Berita Kompas menukil dari harian berbahasa Arab yang diklaim sebagai media terkemuka di Timur Tengah, Al Quds Al Arabi, dan laman harian Israel, Yedioth Ahronoth, edisi Rabu (17/1).

Sumber pertama, Al Quds Al Arabi, merupakan harian yang terbit di London, sejak tahun 1989. Isi beritanya terkesan sebagai penyeimbang dua media yang sama terbit di Inggris, Asharq al Awsat dan Al Hayat, yang dimiliki oleh keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Klaim Kompas bahwa sumbernya, Al Quds Al Arabi, sebagai harian terkemuka di Timur Tengah, tidak bisa dibuktikan, padahal Asharq al-Awsat telah dinobatkan “one of the oldest and most influential in the region,” sementara Al Hayat, is one of the leading daily pan-Arab newspapers.

Dari segi oplah, Al Quds Al Arabi hanya bisa mencetak antara 15,000 hingga 50,000 saja, jauh di bawah oplah cetak Al Hayat yang lebih dari 200 ribu eksplempar. Jadi, silahkan nilai apa maksud pujian Kompas terhadap media yang lebih cenderung memberitakan miring tentang Saudi dan website-nya diblokir di negara Arab Saudi.

Jika wartawan Kompas merujuk ke sumber Yahudi untuk menulis bgerita tentang Arab Saudi, maka cukupkan dengan perkataan Imam Syafi’i rahimahullah:

“Jika kau ingin mengetahui al-haqq, maka lihatlah ke arah mana musuh mengarahkan anak panahnya.”

 

1. Arab Saudi tidak memiliki hubungan apapun dg Israel, baik itu politik, ekonomi ataupun transportasi. Faktanya, siapa saja yg berpaspor Israel atau warga negara dunia manapun yang pernah berkunjung ke Israel dan di paspornya pernah distempel imigrasi Israel, maka imigrasi Saudi tidak akan mengizinkannya masuk ke wilayah negaranya. Warga Israel tidak dipekenankan menggunakan maskapai Saudi Airline.

2. Berita Kompas yang menyebutkan ada kerja sama antara Saudi dg Israel bersumber dari media luar negeri Saudi, bahkan dari media Yahudi. Padahal jika benar, proyek besar tersebut pasti akan dipublikasikan oleh Kemenlu atau SPA, Kantor Berita Arab Saudi. Media lokal Arab Saudi pun akan ramai mepublikasikannya seperti rencana ini https://www.saudinesia.com/…/arab-saudi-dan-negara…/

3. Mengapa wartawan Kompas di Kairo hanya mencoba mengkonfirmasi Menteri Agama Saudi, yg tidak ada hubungannya dg kementerian transportasi atau Kemenlu misalnya. Apakah Kompas tidak mampu melakukan “cover both side” ke kedutaan Saudi di Mesir atau di Jakarta atau mencari tau sumber resmi pemerintahnya di website resminya? Sekelas itukah Kompas utk menaikkan berita yg sensitif hubungan dg Israel yg sudah umum diketahui dunia Islam?

4. Kami selalu mengikuti berita ttg Saudi dari sumber2 resmi dan terpercaya, bisa dibandingkan apa yg dilakukan Saudi dg berita di Kompas tsb, apakah mungkin? bisa cek di

https://www.saudinesia.com/?s=menlu

5. Jika ini bagian dari Saudi Vision 2030, maka infrastruktur yang akan dibangun tidak ada yang disebutkan oleh koran Kompas tsb silahkan cek di website http://vision2030.gov.sa/en

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.