Abraj Al-Bait

Masjidil Haram sebagai pusat ibadah ummat Islam seluruh dunia terus memperbaiki diri.

Di bawah tanggung jawab Khodimul Haramain, banyak langkah yang diperbuat, khususnya perluasan masjid dengan kapasitas 10 juta orang di tahun 2030.

Meski saat ini baru bisa menampung 4 juta jamaah, upaya itu terus dilakukan siang-malam. Bahkan Masjidil Haram sendiri menjadi bangunan termahal di dunia, dengan biaya konstruksi lebih dari 100 Milyar USD atau 1.350 Triliun. Bagaimana memelihara bangunan semahal ini?

Kompleks Abraj Al Bait menjadi bangunan termahal kedua, dengan biaya konstruksi 15 Milyar USD (202,5 Triliun). Dibangun untuk menampung jamaah Haji dan Umroh yang semakin banyak datang ke Mekkah.

Bisnis penginapan yang semakin lama menjadi berkembang di kota ini juga tak terlepas dari banyaknya jamaah haji ini. Selain itu, Menara Abraj Al Bait ini juga dirancang untuk mampu menampung sampai dengan 10.000 orang.

Abraj Al Bait adalah bangunan wakaf dari Raja Abdul Aziz, rahimahullah. Keuntungan sewa hotel, pusat perbelajaan, dan lainnya diperuntukkan bagi operasional Haramain, masjidil Haram dan Nabawi di Madinah. Tercatat biaya awal pembersihan saja hingga 2 Milyar Riyal atau 7,4 Triliun.

Itulah mengapa, susah sekali menemukan kotak amal, baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi. Seluruhnya telah terkonsep secara modern. Iya, dari wakaflah seluruh pembiayaan ini tertutupi.

Sejak di zaman nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, keberadaan masjid tidak lepas dari pasar dan perniagaan. Inilah yang membuat Raja Abdul Aziz rahimahullah, berfikir untuk wakaf pusat perbelajaan dan penginapan.

Bukan hanya hasil sewanya saja yang mampu membiayai Haramain, tapi penyewanya juga turut serta memakmurkan masjid.

Tiap tiga waktu, setelah subuh, dzuhur dan maghrib banyak toko yang memberikan makanan gratis untuk orang miskin. Inilah berkah haramain.

*)Dinukil dari WA Group Alumni ITQAN Group

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.