Tidak Lama Lagi Peziarah Dapat Menikmati Perjalanan ke Madinah dengan Menunggang Unta

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi saat ini sedang menyelesaikan proyek menarik yang memungkinkan para jemaah umrah dan haji dapat melakukan perjalanan ke Madinah dengan menunggangi unta.

Warga dan ekspatriat yang tinggal di Saudi pun dapat menikmatinya dengan mengikuti rute yang persis ditempuh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saat hijrah ke Madinah.

Media lokal di Makkah melaporkan bahwa proyek ini merupakan hasil keseapakatan kerja sama Kementerian Haji dan Umrah dengan Royal Commission for Makkah and the Holy Sites.

Proyek ini mencakup pengembangan 27 titik di Jalan Hijrah yang terdiri dari hotel, rumah peristirahatan, museum, dan lainnya.

Di bawah inisiatif bertema “Jalan Menuju Thaniyat Al-Wada,” sebuah dataran tinggi di dekat Madinah, peziarah dapat menapak tilas rute yang sama dengan yang diambil oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam saat hijrah dari Mekah pada tahun 622 Masehi.

Pengendara unta (karavan) akan mulai perjalanan dari Ghar Tsur, gua di Gunung Tsur di Mekah, di mana Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan sahabat terdekatnya Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu bersembunyi dari kafir Quraisy selama tiga hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Yatsrib (Al-Madinah Al-Munawwara).

Karavan kemudian akan beristirahat sejenak di sebuah tenda Umm Maabad, yang dikisahkan sebagai lokasi untuk menjamu Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam perjalanan ke Yathrib. di mana saat itu beliau memerah susu domba.

Umm Maabad layaknya rest area yang nyaman digunakan bagi para musafir, akan tetapi saat itu curah hujan langka. Sehingga terjadi kekeringan yang berdampak buruk pada masyarakat sekitar dan hewan ternak mereka.

Di saat itu pula, Umm Maabad tidak memiliki makanan untuk ditawarkan kepada para tamunya. Tetapi ketika Nabi memerah domba Umm Maabad, atas izin Allah Ta’ala, susu keluar dan dapat mengenyangkan semua orang meminumnya.

Dari Umm Maabad, rombongan penunggang unta kemudian akan melewati lokasi di mana Suraqa Bin Malik bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dikisahkan bahwa Suraqa mengikuti jejak kaki Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memenangkan sayembara berhadiah dari orang Quraisy jika berhasil membunuh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Perjalanan menunggang unta ke Madinah juga akan melalui salah satu tempat di mana unta terjatuh dan kemudian mengambil jalan pintas yang ditunjukkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh pemandu Badui, Masoud Al-Aslami.

Setelah itu, karavan akan berhenti di Thaniyat Al-Wada untuk meneruskan perjalanan ke Madinah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhasil mencapai Quba di pinggiran Yatsrib pada tanggal 8 Rabiul Awwal, setelah melakukan perjalanan selama delapan hari. the Hijra Road, yang dikenal sebagai jalan para musafir di masa lalu ini menempuh jarak sejauh 380 kilometer.

Kementerian mengatakan akan ada alternatif selain unta untuk mencapai Madinah dengan rute yang sama, seperti mobil, balon udara dan sepeda motor.

Saat ini Kementerian Haji tengah memberikan sentuhan akhir pada proyek yang menapaktilasi rute Hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini. SG

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*