Raja Salman di KTT Arab-Eropa I: “Masalah Palestina Adalah Masalah Pertama Negara-negara Arab”

Untuk pertama kalinya, Koferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab-Eropa diadakan di Sharm el-Sheikh, Mesir pada hari ini (24/2).

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, memberikan sambutan pembukaan dalam KTT tersebut, dengan mengatakan, “Saya berharap KTT ini akan berkontribusi untuk memperkuat hubungan kita di semua bidang.”

Di antara isi pidato yang paling ditekankan adalah nasib bangsa Palestina, sambil memuji sikap Eropa yang selalu berusaha mencari solusi yang adil untuk Palestina.

Selain itu, isu perang Yaman dan keterlibatan Iran dalam urusan regional Arab, menjadi topik yang disampaikan dalam pidatonya.

Berikut kutipan pidato Khadimul Haramain, Raja Salman bin Abdul Aziz, di depan para pemimpin Arab dan Eropa:

Bismillahirrahminarrahim,

Alhamdulillah wa sholatu was salam ala Rasulillah,

Yang Mulia, Kepala Delegasi Negara-negara Arab dan Uni Eropa.

Yang Mulia Presiden Abdel Fattah Al Sisi, Presiden Republik Arab Mesir.

Tuan Donald Tusk, Presiden Dewan Uni Eropa.

Para Tamu yang terhormat,

Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokatuhu,

Saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Yang Mulia Presiden Abdelfattah Al-Sisi yang telah menjadi tuan rumah KTT ini, dan saya berharap acara ini berhasil dan sukses.

Dan saya apresiasi atas hubungan historis antara dunia Arab dan Uni Eropa dalam berbagai dimensi politik, keamanan, ekonomi dan budaya.

Kami berharap KTT ini akan berkontribusi untuk memperkuatnya di semua bidang untuk mencapai kepentingan bersama kami.

Para Tamu yang terhormat,

Masalah Palestina merupakan masalah pertama negara-negara Arab. Pada pertemuan puncak terakhir para pemimpin Arab yang diselenggarakan oleh Kerajaan Arab Saudi, kami menamainya sebagai KTT Yerusalem.

Kami menegaskan kembali posisi teguh kami untuk mengembalikan semua hak sah rakyat Palestina, yang paling utama  adalah pembentukan negara Palestina merdeka sebagaimana pada 1967. Dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya, sesuai dengan Inisiatif Perdamaian Arab dan resolusi legitimasi internasional.

Penyelesaian masalah Palestina merupakan hal yang penting, bukan hanya untuk stabilitas Timur Tengah, tetapi juga untuk stabilitas dunia dan Eropa khususnya. Dan dalam hal ini kami menghargai upaya Eropa untuk menemukan solusi yang adil untuk masalah ini.

Setelah menyampaikan isu Palestina di awal pembuka pidatonya, Raja Salman melanjutkan kondisi Yaman.

Para Tamu yang terhormat,

Kerajaan Arab Saudi selama ini menekankan pentingnya solusi politik untuk krisis Yaman, berdasarkan inisiatif negara-negara Teluk, hasil dialog nasional Yaman dan resolusi Dewan Keamanan PBB no. 2216.

Sebagaimana juga pentingnya upaya bersama secara internasional untuk mendukung legitimasi Yaman dan membawa teroris Houtis dukunga Iran, yang memberontak dan berusaha mengkudeta pemerintah resmi Yaman.

Pidato selanjutnya Raja Salman menyoroti serangan rudal Houtsi buatan Iran yang ditembakan ke kota-kota Arab Saudi, lebih dari 200 rudal. Salman mengecam Iran sebagai negara yang menyokong terorisme di dunia Arab.

Tidak lupa, Raja Salman menyampaikan bahwa negara Arab Saudi telah merasakan penderitaan akibat terorisme. Untuk itu, lanjutnya, Saudi berusaha di barisan terdepan dalam upaya bersama memerangi terorisme di semua tingkatan, termasuk membasmi sumber daya intelektual dan keuangannya. sabq

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.