Fitnah Media Atas Arab Saudi yang Mendukung Genosida Muslim Uighur Cina

Seperti biasa media yang berafiliasi terhadap aliran politik tertentu anti Arab, kembali memfitnah Arab Saudi.

Kali ini mereka menuding Arab Saudi mendukung kedzaliman Cina terhadap etnis Muslim Uighur, bahkan Cordova Media juga ikut menyebarkan fitnah ini. Berikut bantahannya. 

MBS Tidak Pernah Mendukung Kamp Pengasingan Muslim Uighur
Seperti yang diketahui bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad Bin Salman (MBS) melakukan tur investasi ke Asia. Tur ini dimulai dengan awal yang optimis di Pakistan, di mana kesepakatan senilai $ 20 miliar ditandatangani, demi meningkatkan harapan bagi ekonomi Pakistan yang kesulitan.

Tur berlanjut dengan lancar dan dilanjutkan ke negara pesaing regional Pakistan, yaitu India. Investasi Saudi di sana mendapatkan dukungan besar oleh publik. Tanpa berlama-lama, MBS melanjutkan turnya ke Cina.

Seperti biasa Media anti-Saudi ikut memberitakan kunjungan tersebut. Dari Al Jazeera hingga The Wall Street Journal, namun tidak ada hal yang sensasional yang mereka beritakan, sampai mereka menemukan pernyataan yang bisa mereka pelintir.

Kunjungan ke Negara-negara Sahabat
Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, secara pribadi mejemput MBS dari bandara. Dari bahasa tubuh di antara mereka menunjukkan bahwa mereka menjalin persahabatan yang akrab, berani bahkan bisa dikatakan “bromance“.

Pada konferensi pers mereka, MBS mengatakan “consider me an ambassador of Pakistan in Saudi Arabia,” sebuah statemen penuh kepercayaan antara dua negara muslim tersebut. Terlebih lagi, Imran Khan mengajukan permohonan amnesti bagi warga Pakistan yang ditahan di Saudi.

Permohonan tersebut tidak hanya didengar, tetapi segera ditindaklanjuti oleh pemerintah Saudi dengan pembebasan ribuan tahanan yang ada di penjara-penjara Arab Saudi.

Dalam catatan hubungan kedua negara, tahun lalu Arab Saudi telah memberi Pakistan bail out sebesar $ 3 miliar saat Pakistan sangat membutuhkannya. Ini bukan pertama kalinya Arab Saudi menyelamatkan ekonomi Pakistan, pada 2008 Arab Saudi juga memberi Pakistan bail out sebesar $ 15 miliar, tahun 2013 sebesar $ 15 miliar dan $ 1,5 miliar pada 2014.

Kali ini Saudi tidak meminta pelunasan dari Pakistan, tetapi mereka ingin berinvestasi. Pada awalnya, para analisis menduga MBS akan menandatanganan kesepakatan senilai $ 10 miliar, tetapi pada saat jamuan makan malam, angka tersebut naik menjadi $ 20 miliar.

Kunjungan kenegaraan MBS dilanjutkan ke India. Di sana MBS disambut secara pribadi di bandara oleh Perdana Menteri India Modi.

Di saat yang sama, ada ancaman “teroris” di wilayah India, Pulwana. Dalam kasus tersebut, India menyalahkan serangan Pulwama kepada rival regionalnya, Pakistan. Meskipun demikian, India tidak meredam sambutan akrabnya terhadap MBS saat kunjungannya.

Berita menggembirakan dan sangat begitu positif ini, publik membayangkan Al Jazeera dan media anti-Saudi lainnya memiliki sedikit etika jurnalistik untuk meberitakannya dengan keberanian yang sama seperti mereka memberitakan berita “anti-Saudi” selama ini.

Subtansi
Setelah MBS menjadi Putra Mahkota, Arab Saudi mengadakan proyek besar-besaran dengan mendirikan “World Center for Countering Extremist Thought.”  Dengan bendera tersebut, Arab Saudi mengkampanyekan memberantas ekstremisme dari akarnya dengan memerangi ideologi yang mengarah ke ekstremisme.

Padahal di saat yang sama, sebagian pihak menuding Arab Saudi sebagai produsen paham radikal, ekstrmis, terorisme. Dengan demikian, tuduhan yang sering diarahkan tersebut terpatahkan.

“World Center for Countering Extremist Thought” yang digagas Arab Saudi justru ingin menunjukkan kepada dunia bahwa mereka serius ingin memberantas ekstremisme.

Ini ditambah dengan reformasi MBS baru-baru ini, seperti mengizinkan perempuan untuk mengemudi dan meyakinkan dunia bahwa Arab Saudi terus menjadi kekuatan untuk perdamaian di dunia.

Dalam turnya ke Asia, MBS menegaskan sikap Arab Saudi terhadap terorisme di Pakistan, India dan Cina. Dia mempromosikan visi dan misi “World Center for Countering Extremist Thought.” Dan saat itulah MBS mengatakan bahwa Cina “has the right to take anti-terrorism and anti-extremism measures to safeguard national security.”

Dia melanjutkan dengan mengatakan “Saudi Arabia respects and supports it and is willing to strengthen cooperation with China.”

Dan begitulah. Media anti-Saudi menemukan momen dan mengklaim bahwa kata-kata ini tidak dimaksudkan secara umum seperti yang MBS katakan di India dan Pakistan, tetapi sebaliknya mereka menuduh MBS telah membela genosida terhadap kaum Uighur.

Padahal dalam pertemuan tersebut MBS tidak menyebut-nyebut nama Uighur dan dia tidak ditanyai tentang mereka. Pernyataan MBS tersebut disalahartikan sebagai pembenaran untuk genosida.

Bagaimana bisa seseorang membuat lompatan logis dari pernyataan umum yang mempresentasikan “World Center for Countering Extremist Thought“, menjadi pembelaan terhadap genosida kaum Muslim di Cina?

Jawabannya mungkin terletak pada fakta bahwa media anti-Saudi menunggu Arab Saudi melakukan apa saja yang dapat diputarbalikkan untuk membuat framing bahwa seolah-olah Arab Saudi adalah musuh umat Islam.

Seringkali portal berita dari kalangan muslim sendiri mengutip dan didukung media Iran Syiah, seperti Press TV atau Al Jazeera yang dikenal anti Arab Saudi atau Sabah di Turki. Sementara, media-media tersebut juga dikenal sebagai pendukung ideologi ekstremis, pada saat yang sama sedang diberantas oleh Arab Saudi.

*) Di alih bahasakan dari reporter Shoaib Hussain, dipublikasikan Muslim World Journal dan millichronicle.com,dengan penambahan dan perubahan redaksi seperlunya yang tidak merubah maksud tulisan.

*) Sumber gambar: Ahmad Saufi

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*