Arab Saudi: Undang-undang Israel adalah Rencana Genosida Baru Terhadap Palestina

Arab Saudi pada hari Rabu (5/12), menegaskan bahwa undang-undang yang dibuat di Israel menggambarkan Israel sebagai “Negara Orang Yahudi” yang memiliki rencana genosida baru terhadap Palestina. Sekaligus, sebagai ancaman yang terang-terangan terhadap cita-cita dan resolusi masyarakat internasional, yang membuktikan bahwa hal tersebut merupakan tidak sah, ilegal dan rasis.

Kecaman tersebut disampaikan dalam pidato yang disampaikan wakil tetap Arab saudi untuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Dr. Zuhair Al-Edrisi, selama pertemuan perwakilan permanen OKI yang diadakan di Jeddah.

Pertemuan tersebut merupkan permintaan Arab Saudi untuk membahas undang-undang Israel yang baru. “Undang-undang ini mengandung diskriminasi rasis terhadap Palestina yang merupakan pemilik tanah asli, dan rencana ini adalah model terorisme dan rasisme,” tandas Al-Edrisi.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal OKI Dr. Yousef Al-Othaimeen mengapresiasi inisiatif Arab Saudi untuk mengadakan pertemuan Komite Delegasi Permanen OIC yang membahas undang-undang Israel dan dampaknya terhadap hak-hak politik dan sejarah rakyat Palestina.

Dalam pertemuan itu juga, Al-Edrisi mengatakan Arab Saudi selalu bertekad berada di garis terdepan membela Palestina dan Yerusalem, di bawah kepemimpinan Khadimul Haramaian Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad Bin Salman.

“Ini merupakan kelanjutan dari upaya Saudi tanpa henti untuk mencapai terwujudnya tujuan OKI dan mencerminkan komitmen negara-negara anggotanya untuk membela hak-hak rakyat Palestina dan mendukung tujuan mereka,” tambahnya. – SG / SPA

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*