Lagi, Propanda Media Menjatuhkan MBS

Setelah dihembuskan berita yang menuduh Muhamad bin Salman (MBS) terlibat dalam pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, kini MBS diisukan akan dijegal agar kelak tidak menjadi raja Arab Saudi.

Berita ini kembali diangkat oleh media mainstream di seluruh dunia, meskipun tanpa ada sumber yang dapat diverifikasi kebenarannya.

thestar.com misalnya, menulis bahwa beberapa anggota keluarga kerajaan Arab Saudi sedang mengusahakan untuk mencegah Putra Mahkota MBS menjadi raja. Uniknya, thestar hanya mengutip dari “tiga sumber yang dekat dengan istana kerajaan mengatakan.”

tribunnews.com menulis “sumber internal kepada Reuters via Al Jazeera, Selasa (20/11/2018) berkata, mereka bakal mencegah MBS untuk naik takhta.”

Tidak ada satupun media yang mencantumkan sumber valid terkait berita ini, kecuali anonim.

Direktur American Media Institute, Richard Miniter mengatakan, informasi dari sumber-sumber anonim yang tidak jelas itu ibarat emas idiot dalam dunia jurnalistik.

Maknanya, informasi tersebut seakan berharga seperti emas, namun ternyata itu bukanlah emas, melainkan hanya merupai emas karena kesamaan warna dan beberapa kandungan zatnya. “Duplikasi emas itu hanya digunakan untuk membodohi kaum idiot,” kata dia seperti dilansir Al Arabiya, Senin (19/11).

Menlu Al Jubeir Angkat Bicara

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al Jubeir, untuk pertama kalinya, Kamis (21/11) kemarin, menanggapi hoax yang disebar banyak media tersebut.

Dalam sesi wawancaranya dengan stasiun televisi CNBC Amerika, Jubeir mengatakan “Saya yakinkan bahwa ini adalah berita yang lucu, keluar dari nalar yang logis.”

“Setiap negara memiliki kepemimpinannya sendiri dan seluruh rakyat Saudi merasa telah terwakili dengan kepemimpinannya,” imbuhnya.

Jubeir mengingatkan juga bahwa kepemimpinan Raja dan Putra Mahkota merupakan “garis merah” bagi warga Saudi.

Jubeir menekankan bahwa “rakyat Arab Saudi bersatu dalam hal ini dan berkomitmen dengan kepemimpinannya, berkomitmen untuk meneruskan visi 2030 dan terus berjalan dengan agenda reformasi.”

“Kami akan terus berjalan meskipun orang berkomentar atau tidak,” kata Jubeir.

Tentang kasus Jamal Khashoggi, Jubeir mengatakan bahwa negaranya telah dituduh sejak hari pertama pembunuhan Khashoggi meskipun tanpa bukti dan fakta, denga mencatat bahwa Turki dan Qatar terlibat di belakangnya. jll

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*