Sumber Anonim Seputar Kasus Khashoggi Digunakan Untuk Membodohi Kaum Idiot

Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Khalid Bin Salman menagih informasi dari Pemerintah AS untuk membuktikan klaim palsu oleh The Washington Post yang menyatakan bahwa dia melakukan panggilan telepon dengan wartawan Jamal Khashoggi sebelum kematiannya.

Pangeran Khalid membeberkan bahwa The Washington Post tidak jujur dalam pemberitaannya dan tidak mempublikasikan jawabannya secara utuh terkait kasus tersebut.

The Washington Post, mengutip orang-orang yang akrab dengan masalah ini, mengatakan CIA mencapai kesimpulannya setelah memeriksa berbagai sumber intelijen. Salah satunya adalah panggilan telepon yang menyatakan saudara laki-laki Pangeran Mohammed, Khalid bin Salman, Duta Besar Saudi untuk AS, telah bersama Khashoggi.

Khalid mengatakan kepada Khashoggi, dia harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen pernikahan, dan memberinya jaminan keamanan. Belum jelas apakah Khalid tahu Khashoggi akan terbunuh, tetapi dia kemudian menelepon Pangeran Mohammed.

Sumber anonim tersebut mendapat penolakan keras dari pihak Saudi. Pangeran Khalid bin Salman , Khalid bin Salman membantah keterlibatan dirinya dan keluarganya dalam operasi pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi.

“Ketika kami memberi tahu The Washington Post, kontak terakhir yang saya lakukan dengan Khashoggi adalah melalui pesan teks pada 26 Oktober 2017. Saya tidak pernah berbicara dengannya melalui telepon dan tentu saja tidak pernah menyarankan dia pergi ke Turki untuk alasan apa pun. Saya menagih pemerintah AS untuk mengeluarkan informasi apa pun terkait klaim ini,” ungkap Pangeran Khalid, seperti dilansir dari Saudi Gazette, Ahad, (18/11/2018).

Pangeran Khalid menambahkan : “Sayangnya, The Washington Post tidak mempublikasikan pernyataan kami secara utuh. Ini adalah tuduhan serius yang tidak boleh diserahkan kepada sumber anonim.”

Kepada Al Arabiya, Direktur Gulf State Analytics Theodore Karasik mengomentari sikap Khalid bin Salman yang juga Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat itu. Menurut Kharasik, tuduhan semacam ini sangat berbahaya apalagi jika menggunakan sumber-sumber anonim yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Direktur American Media Institute Richard Miniter mengatakan, informasi dari sumber-sumber anonim yang tidak jelas itu ibarat emas idiot dalam dunia jurnalistik. Maknanya, informasi tersebut seakan berharga seperti emas, namun ternyata itu bukanlah emas, melainkan hanya merupai emas karena kesamaan warna dan beberapa kandungan zatnya. “Duplikasi emas itu hanya digunakan untuk membodohi kaum idiot,” kata dia seperti dilansir Al Arabiya, Senin (19/11).

Miniter menegaskan, dalam dunia pers, tak semestinya satupun percaya terhadap sumber yang disampaikan wartawan tanpa identitas, anonim, dan tak mengutip namanya, meskipun sumber itu riil adanya, bukan manipulatif. (Sumber: www.moslemtoday.com, www.msn.com) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*