Pemerintah Arab Saudi Larang Penjualan Suvenir Simbol-simbol Agama

Pihak berwenang di Arab Saudi melakukan tindakan keras terhadap orang-orang yang memproduksi dan menjual cendera mata imitasi yang mempresentasikan simbol-simbol agama.

Kampanye pelarangan tersebut telah dilakukan oleh aparat ke seluruh toko-toko suvenir yang banyak didapati di kota Makkah dan beberapa kota yang biasa diziarahi jemaah umrah.

Jutaan jemaah umrah mengunjungi Mekah dan biasanya kembali dengan membawa oleh-oleh sebagai hadiah bagi kelaurga dan orang-orang terdekatnya, sebagai kenangan atas kunjungan mereka ke kota suci. Tidak salah jika barang suvenir khas kota suci menjadi bisnis yang menggiurkan, yang banyak dilakukan oleh warga dan ekspatriat di Arab Saudi.

Pada hari Senin (5/11) lalu, pemerintah Kota Mekah, dengan dukungan pasukan keamanan, menggerebek sebuah tempat yang dijadikan tempat menjahit kain untuk membuat potongan-potongan kiswa (penutup hitam dan emas) Ka’bah.

Dalam operasi tersebut, terjaring 20 ekspatriat dari berbagai negara. Para pekerja asing tersebut mengubah tempat tinggal mereka di lingkungan Al-Otaibiyah, menjadi pabrik ilegal untuk menjahit kiswa palsu dan barang-barang suvenir lainnya.

Selain itu, polisi menyita 18 mesin jahit besar, 5 mesin bordir dan peralatan lainnya bersama dengan sejumlah kain berukuran besar, sebagaimana pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Makkah.

Selama penggerebekan, disita potongan kain sutra hitam dengan tulisan ayat-ayat Alquran yang disulam dengan benang emas agar terlihat seolah-olah merupakan potongan dari kiswa Ka’bah.

Hasil usaha tersebut kemudian dijual kepada peziarah kota Makkah dengan mengelabui bahwa produksinya sebagai potongan penutup Ka’bah yang asli.

Sebagaimana diketahui, bahwa kiswa selalu diganti dengan yang baru di bulan Dzulhijjah setiap tahunnya. Kiswa yang lama dipotong-potong dan dihadiahkan kepada pejabat penting dari seluruh dunia sebagai suvenir. Salah satu potongan kiswah disimpan di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). jll

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*