Aswajagram Sebar Hoax Fatal

Aswaja adalah singkatan dari “Ahlussunnah wal Jamaah,” artinya suatu kaum yang berpegang teguh dengan Al Quran dan Sunnah Shahihah sesuai pemahaman salaful ummah.

Akan tetapi nama tersebut tampaknya disalahgunakan dengan dijadikan nama sebuah akun di instagram yang isinya menebar fitnah.

Di antaranya adalah fitnah terhadap Arab Saudi, menuduh negara Haramaian menjual bir dan mencetak kalimat tauhid (lambang bendera Saudi) pada tutup botolnya.

Akun aswajagram membagikan posting dari akun Laura yang menulis bahwa terdapat di bir di Arab, kemudian diberi komentar: “Minuman keras itu juga ada kalimat tauhidnya. Minuman haram yang bersembunyi dibalik topeng tauhid. Organisasi haram yang bersembunyi di balik topeng tauhid. Ayo jangan jadi muslim yang mudah dibodohi. Jangan lihat simbol, tapi kepentingan di balik simbol tersebut.”

Menanggapi hal tersebut, FP Suara Madinah membeberkan fakta yang membantah unggahan akun aswajagram tersebut.

Pertama, fakta yang sebenarnya adalah bir tersebut diproduksi oleh perusahaan Jerman bernama “Eichbaum” dengan mencetak lambang bendera Saudi untuk promosi piala dunia, bukan diproduksi apalagi dijual di Arab Saudi.

Kedua, admin aswajagram tampak kurang berhati-hati dan enggan crosscheck, seperti mecari tahu di FP Facebook “eichbaum.” Di laman tersebut telah jelas duduk persoalannya; Kedubes Arab Saudi di Jerman telah melayangkan protes keras dan semua produk yang memuat lambang bendera tauhid ditarik dari peredaran. Pihak perusahaan bir tersebut juga telah meminta maaf dan diberikan sanksi.

Ketiga, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan surat pernyataan resmi tertanggal 11/5/2018 M tentang protes keras terhadap perusahaan Eichbaum, tapi lagi-lagi, sangat disayangkan masih ada yang menyebar hoax seperti yang dibagikan oleh aswajagram.

Keempat, sudah banyak media yang menulis terkait isu di atas, baik media di dalam maupun di luar Arab Saudi. Laporan beritanya membeberkan fakta yang sebenarnya, bukan hoax sebagaimana akun aswajagram.

Empat poin di atas yang disampaikan Admin Suara Madinah, sekaligus mengingatkan agar melakukan penelusuran terlebih dahulu sebelum memposting isu yang tidak diketahuinya, apalagi menuduh dengan sumber hoax.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*