Tidak Ada yang Baru: Pidato Endorgan Tentang Kasus Khashoggi

Tidak ada info baru. Dalam video, jika saya bandingkan dengan orasi Erdogan lainnya, Erdogan nampak berhati-hati. Menggunakan teks, tangan melekat di podium, nada suara konstan, dada membungkuk ke depan dan tidak membusung, sekali lagi menyiratkan kehati-hatian. Erdogan paham, isu ini memang soal Saudi. Tapi kalau salah bersikap, dia pun kena imbasnya.

Di Indonesia, soal Saudi selalu dikaitkan dengan “salafi” vs “anti salafi.” Hanya karena sebagian besar “salafi” membela Saudi sebagai negeri tauhid, yang “anti salafi” mengambil sikap berseberangan. Ungkapan “kawan musuh saya adalah musuh saya juga”, rupanya berlaku juga.¬†

Padahal mendukung kerajaan Saudi adalah upaya mencegah dua hal: internasionalisasi Haramain, atau Vatikanisasi Haramain. Inti keduanya sama: melepaskan Haramain dari penjagaan kerajaan Saudi. Isu ini getol disuarakan oleh Iran, namun belakangan juga media anti Saudi.

Kasus Kashoggi ini justru banyak menyadarkan warga Saudi bahwa negara mereka saat ini dalam bidikan konspirasi. Percakapan-percakapan di sosmed, baik akademisi maupun anak-anak muda Saudi, banyak berisi dukungan terhadap raja dan putranya.

Info tentang tokoh-tokoh yang disiapkan Barat untuk dipoles menjadi ikon oposisi sudah lama beredar di forum-forum diskusi tertutup, termasuk Kashoggi. Rencana mereka adalah membentuk gerakan oposisi Saudi yang permanen dengan basis gerakan di salah satu negara. Tujuan akhirnya adalah mengakhiri kekuasaan Bani Saud dan membentuk pemerintahan “demoktratis.” Kashoggi sendiri dalam berbagai wawancara mengungkapkan perlunya demokratisasi di Saudi.

Meninggalnya Kashoggi sedikit banyaknya merintangi proses ini. Kashoggi adalah figur cendekiawan, jurnalis, dan pernah sangat dekat dengan keluarga kerajaan. Figur ini sangat pas, ketimbang seorang pangeran oposan yang tidak jelas bicaranya seperti Khaled.

Katakanlah kita mengamini tuduhan bahwa Kashoggi dibunuh secara “officially,” maka justru menunjukkan “keberhasilan” usaha pre-emptive dari kerajaan terhadap potensi ancaman. Operasi menghabisi oposan yang dipandang berbahaya bagi negara adalah hal lumrah. Semua negara “melakukan” itu, baik sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan.

Jadi, kalau sekarang kasusnya dibuat ramai, biarkan saja. Mereka geram, bukan pada Khashoggi-nya, tapi pada terhambatnya rencana-rencana mereka.

John Brennan, mantan pimpinan CIA, pun sesumbar, “Kashoggi scandal will be the downfall of Mohamed bin Salman…” (skandal Kashoggi akan menjadi sebab jatuhnya Muhammad bin Salman).

Silakan pilih: Saudi atau Brennan…!

*) *) Ditulis oleh Ismail Rajab, pengamat politik dan dunia Islam.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*