Khashoggi: Operasi Intelijen yang Gagal, Menunggu Endogan

Sejak Ahad (21/10) sore, Media di Arab Saudi membeberkan kronologi kematian Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Dari berita tersebut, telah terjadi kegagalan misi intelijen Saudi, sekaligus tim yang dikirim bertindak di luar kewenangannya.

Tim melakukan inisiatif menutupi peristiwa yang terjadi, sampai akhirnya Riyadh melakukan investigasi internal.

Berikut ringkasan kronologinya:

  • Wakil Kepala Intelijen Saudi, Ahmed Al-Asiri, membentuk tim yang diberangkatkan ke Istanbul.
  • Tujuannya, membujuk Khashoggi untuk kembali ke Saudi, agar tidak menjadi alat musuh negara.
  • Rencananya, dari konsulat akan diamankan ke sebuah rumah di luar Instanbul untuk beberapa saat.
  • Khashoggi melawan dan tim intel mencoba mencegah agar tidak menjadi gaduh.
  • Khashoggi dibungkam dengan kekerasan sehingga mengakibatkan kematiannya.
  • Tim menjadi panik karena tidak ada rencana hingga membunuhnya.
  • Untuk menutupi kesalahan mereka, jasad Khashoggi dibungkus karpet dan dibawa keluar oleh “agen lokal” dengan kendaraan konsulat untuk dibuang.
  • Untuk mengelabui bahwa Khashoggi telah keluar dari Konsulat, salah satu anggota tim, Mustafa al-Madani, menyamar sebagai korban yang keluar dari pintu belakang.
  • Kemudian tim membuat laporan palsu ke Riyadh, dengan mengatakan Khashoggi diizinkan keluar dari konsulat.

Riyadh mendapat laporan yang saling bertentangan, hal ini yang mendorong Riyadh untuk melakukan penyelidikan dan menangkap semua anggota tim yang terlibat dan membantu hingga Khashoggi meninggal.

Sementara itu, menurut Al Arabiya (Al-Akhbar al-‘Ajilah), Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, akan memberikan pernyataan persnya terkait kasus Khashoggi pada hari Selasa (23/10) besok.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.