Setelah Ancaman Balik Saudi ke Amerika, Trump Mengecam Sikap Tergesa-gesa yang Menyalahkan Saudi Atas Hilangnya Khashoggi

Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa (16/10), mengkritik tuduhan yang tersebar masif secara global, menyalahkan Arab Saudi atas hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. Trump mengingatkan semua pihak agar tidak tergesa-gesa dalam menyimpulkan dan mendengar permintaan Saudi untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press (AP), Trump berkata “Saya pikir kita harus mencari tahu apa yang terjadi pada awalnya,” Dia melanjutkan, “Mari kita mulai lagi, Anda tahu, Anda bersalah sampai terbukti tidak bersalah, saya tidak suka (cara menduga) seperti itu.”

Wawancara di Kantor Oval berlangsung tidak lama setelah Trump berbicara pada hari yang sama dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Satu hari sebelumnya (Senin, 15/10) Trump juga berbicara melalui telepon dengan Raja Salman bin Abdul Aziz.

Setelah berbicara dengan Raja Salman, Trump melontarkan gagasan bahwa ada “rogue killers” yang mungkin bertanggung jawab atas menghilangnya Khashoggi. Trump mengatakan hal tersebut kepada wartawan AP, bahwa ungkapan tersebut lahir dari “perasaan” hasil percakapannya dengan Raja Salman, meskipun Raja Salman tidak menggunakan istilah itu.

“Tampaknya bagi saya, mungkin ini terjadi karena rogue killers,” kata Trump.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, hari ini (Selasa, 16/10) berada di Turki menemui Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan, setelah sehari sebelumnya bertemu Raja Salman dan Pangeran Muhammad bin Salman di Riyadh terkait kasus Khashoggi.

Pompeo mengadakan pertemuan singkat dengan Raja Salman, yang sebelumnya berdiskusi selama 40 menit dengan Putra Mahkota MBS.

“Kami adalah sekutu yang kuat dan lama. Kami menghadapi tantangan bersama,” kata MBS saat menyambut hangat Pompeo ke Riyadh.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir juga melakukan pembicaraan dengan Pompeo. “Sekretaris dan Menteri Luar Negeri sepakat pentingnya penyelidikan yang menyeluruh, transparan, dan segera,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert.

Khashoggi, warga Saudi yang tinggal di AS, menghilang sejak 2 Oktober setelah mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul untuk menyelesaikan dokumen yang berhubungan dengan perceraiannya. Arab Saudi dan Turki telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki penghilangan tersebut. arbn

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*