Koran Sabah Turki Menyangkal Memiliki Rekaman Mutilasi Khashaggi di Konsulat Saudi

Berita yang akhir-akhir ini disebarluaskan tentang hilangnya jurnalis Saudi di Istanbul Turki, oleh banyak media internasional kembali menipu alias hoax.

Tidak hanya media lokal, yang memiliki reputasi dunia pun tidak segan menulis laporan berita dari “sebuah sumber, “citing two unnamed sources,” dan anonim lainnya yang majhul dan tidak dapat diverifikasi kebenarannya.

Dan media nasional di Indonesia juga latah menerjemahkan, ketularan melampiaskan hawa nafsunya menyerang Saudi.

Ragib Soylu, koresponden harian Sabah di Washington, menulis di akun twitternya: “Surat kabar Turki Sabah tidak memiliki rekaman audio pembunuhan Khashoggi. Saya diberitahu bahwa klaim sebaliknya (yang mengatakan Sabah memilikinya), adalah tidak benar.”

Konfirmasi tersebut menjadi penting, setelah banyak media di Turki yang menyebut harian Sabah memiliki video berdurasi tiga menit yang merekam Khashoggi disiksa dan dibunuh (dimutilasi) di dalam konsulat Saudi di Istanbul.

Presiden AS pun, Donal Trump, awalnya takabur akan menjatuhkan “sanksi berat” kepada Arab Saudi karena dituduh sebagai dalang raibnya Khashaggi.

Tetapi, setelah Saudi meresponnya dengan ancaman lagi, akan “membalas dengan yang lebih besar,” akhirnya Trump menelepon Raja Salman dan putra mahkota Saudi, Muhammad bin Salman. Tidak cukup itu, Trump buru-buru mengutus Menteri Luar Negerinya, Mike Pompeo, ke Riyadh.

Setelah itu, Trump memuji langkah Turki dan Saudi yang bersinergi mengusut kasus tersebut. Kemudian Trump meneriakkan agar tidak tergesa-gesa menuduh Arab Saudi bersalah.

Episode berikutnya, Trump meminta rekaman penculikan dan pembunuhan Khashaggi kepada pihak yang mengklaim memilikinya, jika benar.  Sekaligus, dia berharap akhir minggu ini sudah ada hasil investigasi yang saat ini sedang berlangsung.

Di antara sumber hoax utama penyebaran berita Khashagi adalah media Qatar, Al Jazeera dan beberapa media dه Turki seperti Sabah, termasuk media bias MEMO, The Middle East Monitor.

Dari sinilah, berbagai media internasional seperti CNN, BBCWorld, France24, BBCNewsnight, AJArabic, TNYT, Washington Post dan lain-lain mengutip berita dusta. Tidak terkecuali media nasional di Tanah Air. TNYT (The New York Times) bahkan menghapus pemberitaannya setelah diketahui sumber yang dikutipnya hoax.

Tuduhan ke Saudi yang Tidak Konsisten

Awal kali menghilangnya Khashoggi, muncul dugaan bahwa dia diculik dibawa lari ke luar Turki dengan menggunakan pesawat jet pribadi. Bahkan, dikisahkan secara lemah tanpa dasar, dua jet pribadi diterbangka ke Kairo dan Dubai, satu di antara keduanya yang membawa kabur jurnalis Saudi tersebut.

Khadijah Cengiz, seorang wanita yang mengaku sebagai tunangannya, percaya Khashoggi masih hidup.

Setelah otoritas Turki memeriksa pesawat jet yang diduga membawa Khashoggi tidak terbukti, tuduhan baru muncul bahwa dia dibunuh dan dimutilasi di dalam gedung konsulat Saudi di Istanbul.

Tuduhan kedua ini, terindikasi dengan kedatangan 15 orang sebagai tim khusus yang mengeksekusi Khashoggi. Di antaranya ada ahli forensik. Semuanya terbantahkan, padahal mereka tidak lain wisatawan Saudi yang sedang berlibur ke Turki, di antaranya sedang berbulan madu dengan istrinya.

Yang konyol, terkait tuduhan mutilasi tersebut, anak Konsulat Jenderal Muhammad Al-Otaibi juga dituduh terlibat hanya karena terlihat masuk ke gedung konsulat berpakaian jubah dokter. Padahal, dia seorang mahasiswa yang kuliah di kedokteran di salah satu universitas di Instanbul.

Menariknya lagi, pembunuhan tersebut diketahui berasal dari rekaman audio “Apple Watch” yang dipakai di tangan Khashoggi, kemudian ditransfer ke HP-nya yang dipegang tunangannya di luar gedung konsulat.

John Paczkowski, seorang redaktur di Buzz Feed News, menganalisa keganjilan cara tersebut di twitternya. Intinya, cara tersebut tidak mungkin dilakukan.

Apakah akan ada lagi keganjilan kisah hilangnya Khashoggi yang direkayasa? Tonton awal mulanya di video di bawah ini.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*