Negara-negara Arab Menyuarakan Dukungan Kepada Arab Saudi

Negara-negara Arab menegaskan hari Ahad (14/10), sikap dukungan dan solidaritas penuh kepada Arab Saudi terhadap upaya-upaya yang merusak kebijakan, kedudukan dan kedaulatan Saudi.

Pernyataan itu, yang dikeluarkan oleh kantor berita resmi setiap negara, menyusul tuduhan terhadap Saudi dalam kasus wartawan Saudi yang hilang, Jamal Khashoggi.

Khashoggi, seorang warga Saudi yang bermkuim di AS, telah hilang sejak 2 Oktober, ketika ia mengunjungi Konsulat Saudi di Istanbul untuk memproses dokumen perkawinan.

Sheikh Abdullah bin Zayed, Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Uni Emirat Arab (UEA), menegaskan apresiasi yang tinggi untuk kepemimpinan Saudi sebagai kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan regional dan memuji peran positifnya dalam semua inisiatif dan kebijakan konstruktifnya.

Dia menekankan, sambil menuggu hasil investigasi resmi terkait dengan kasus ini, presekusi dan hasutan politik terhadap Arab Saudi suatu hal yang tidak dapat diterima.

Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz, juga menerima telepon dari Raja Hamad bin Al-Khalifa di Bahrain, yang menegaskan kembali pendirian teguh Bahrain bersama Arab Saudi terhadap siapa pun yang mencoba merusaknya.

Raja Hamad menegaskan penolakannya terhadap siapa pun yang mencoba merusak kebijakan dan kedaulatan Arab Saudi dan berdiri bersama Bahrain, sebagaimana pernyataan yang disiarkan di Saudi Press Agency (SPA).

Bahrain sebelumnya menyatakan rasa terima kasihnya atas peran penting yang dimainkan oleh Arab Saudi, yang dianggap “sebagai dasar untuk keamanan dan stabilitas di dunia Arab dan Islam.”

“Bahrain menegaskan kembali pendiriannya dengan Arab Saudi dalam semua kebijakan dan upaya untuk menghadapi berbagai ancaman dan risiko yang dihadapi komunitas internasional, ekstremisme dan terorisme, serta upaya Saudi untuk mempromosikan kerja sama internasional di berbagai tingkat politik, ekonomi dan keamanan. Serta upaya luar biasa dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas di seluruh dunia,” kata Bahrain News Agency.

Juru bicara kementerian luar negeri Mesir mengatakan pihaknya memperingatkan terhadap “usaha eksploitasi masalah ini secara politik terhadap Arab Saudi atas tuduhan sewenang-wenang, serta menegaskan dukungannya kepada Saudi dalam upayanya untuk menangani masalah ini,” Kemudian menekankan pentingnya untuk mengungkap kebenaran tentang apa yang terjadi. dengan investigasi yang transparan. Sikap yang membahayakan jika tidak menunggu hasil investigasi, dengan tuduhan sewenang-wenang.

Sementara itu dari Lebanon, Perdana Menteri Saad Hariri menegaskan: “Posisi Arab Saudi di dunia Arab dan masyarakat internasional merupakan sentral yang paling dipercaya yang mampu menjaga stabilitas kawasan dan sebagai pendukung penyelesaian masalah-masalah di Arab.”

Dari Oman, Kementerian Luar Negeri Oman mengatakan bahwa Kesultanan “mendukung Arab Saudi dalam upaya untuk mengklarifikasi fakta dan verifikasi sebelum penilaian yang terburu-buru dan dibuat-buat sebelumnya.”

Pemerintah Yordania juga menegaskan peran sentral Kerajaan dalam mengkonsolidasikan keamanan, stabilitas dan perdamaian serta meningkatkan kerja sama ekonomi baik secara regional maupun global.

Menteri Media Yordania, Jumana Ghunaimat, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers pada hari Ahad (14/10) bahwa Yordania berdiri dengan Arab Saudi dalam menghadapi setiap rumor dan kampanye negatif yang tidak berdasarkan fakta.

Di Palestina, Presiden Mahmoud Abbas pada hari Ahad (14/10) menyatakan penghargaannya atas pendirian teguh Arab Saudi, yang selalu berdiri berdampingan dengan Palestina bersama hak-hak rakyatnya.

Abbas juga menyatakan kepercayaan penuh kepada Arab Saudi, di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman, sambil menekankan bahwa Palestina akan tetap bersama Arab Saudi, sebagaimana pernyataan yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Palestina.

Sementara itu, Yaman mengatakan bahwa Arab Saudi “sedang mengalami propaganda jahat dan presekusi yang tendesius karena posisi yang terhormat dan jujur dalam melawan isu-isu mengenai negara Arab dan Islam. Juga karena peran utamanya dalam stabilitas regional dan internasional,” lapor kantor berita Yaman Saba.

“Media murahan dan propaganda negatif kepada Arab Saudi tidak akan menghalanginya melanjutkan perannya memimpin dan di lini terdepannya,” tambah pernyataan tersebut.

Tidak hanya negara, organisasi Liga Arab juga menolak ancaman apa pun untuk menjatuhkan sanksi terhadap Arab Saudi, dengan mengatakan “itu sama sekali tidak dapat diterima dalam kerangka hubungan antar negara dengan mengancam sanksi ekonomi sebagai kebijakan atau instrumen untuk mencapai tujuan politik atau unilateral.”

Selain itu, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memuji inisiatif Turki-Saudi yang membentuk tim gabungan khusus dari kedua negara untuk menyelidiki raibnya Khashoggi di Istanbul, Turki.

Sekretaris Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Dr. Yousef Al-Othaimeen mengatakan Arab Saudi adalah pemimpin dalam perdamaian, memerangi terorisme dan ekstremisme, mendukung pembangunan, stabilitas dan aksi kemanusiaan.

“Posisi Kerajaan Arab Saudi dan sentralitasnya dalam hubungan internasional membuatnya selalu dicurigai,” kata Al-Othaimeen.

Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menolak segala ancaman dan upaya melawan Arab Saudi atau negara anggota organisasi mana pun, dengan menegaskan bahwa ia berdiri bersama Arab Saudi dalam semua tindakan yang diambil untuk melindungi reputasi dan keamanan nasionalnya.

Liga Dunia Muslim (MWL) juga mengutuk upaya untuk menjatuhkan Arab Saudi dari kepemimpinan internasional dan Islam dengan ancaman sanksi ekonomi, tekanan politik dan mengulangi tuduhan palsu.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh MWL, Syaikh Dr. Muhammad Bin Abdulkarim Al-Isa, Sekretaris Jenderal MWL dan ketua Dewan Direksi Organisasi Internasional Cendekiawan Muslim, menegaskan bahwa Arab Saudi selalu menjadi terdepan berinisiatif dalam puluhan perdamaian dan keamanan internasional.

Adapun Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengatakan bahwa apa yang sedang beredar di beberapa media Arab dan internasional merupakan tuduhan palsu serta klaim yang tidak berdasarkan fakta dan ditujukan untuk merusak Arab Saudi.

Al-Zayani mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Saudi Press Agency (SPA) bahwa beberapa media melanggar prinsip dan kode etik. Mereka mengabaikan profesionalisme dan objektivitas dengan menyebarkan hoax untuk tujuan politik yang jelas. jll, sg, arbn

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*