Ingin Tinggal di Arab Saudi Seperti Habib Riziq Shihab? Pelajari Jenis Visa yang Dikeluarkan Kemenlu Saudi

Safar ke Arab Saudi, merupakan harapan kaum muslimin seluruh dunia, utamanya untuk menunaikan ibadah umrah atau berhaji ke Baitullah Makkah.

Akan tetapi, sebagian masyarakat dunia menjadikan Saudi sebagai destinasi mencari nafkah dan berlama-lama tinggal di negeri yang terkenal sebagai penghasil minyak bumi.

Bahkan, ada juga yang menjadikan Saudi sebagai tempat mencari suaka politik, di antaranya yang tengah ramai diberitakan adalah Habib Rizieq Shihab, tokoh Islam Indonesia yang dikenal sebagai pemimpin dan pendiri organisasi Front Pembela Islam (FPI).

Agar tidak melanggar atau menyalahi peraturan saat berniat pergi atau tinggal di Arab Saudi, maka gunakan visa yang sesuai dengan urgensinya. Berikut jenis visa yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi bagi warga asing;

Visa Kerja (Permanen atau Sementara)

Visa ini dikeluarkan untuk rekrutmen warga asing yang akan bekerja di dalam Kerajaan Arab Saudi, baik di sektor swasta maupun pemerintah. Visa ini diajukan oleh sponsor (kafil), baik perorangan ataupun perusahaan yang membutuhkan warga asing bekerja untuknya.

Informasi visa kerja biasanya didapat dari info lowongan kerja, agen penyalur tenaga kerja atau melalui informasi orang-orang yang telah bermukim di Arab Saudi.

Visa Investor 

Dikeluarkan untuk pemilik bisnis dan penanam modal yang ingin menyelesaikan transaksi bisnis atau mendirikan proyek di Arab Saudi. 

Visa Haji dan Umrah

Visa haji dan umrah bagi mereka yang ingin melakukan ibadah umrah atau haji. Visa ini bisa diajukan ke Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA) di Jakarta melaui perantara biro haji dan umrah.

Visa Kunjungan

Visa kunjungan terbagi dua; kunjungan keluarga (ziyarah ‘ailiyah) dan kunjungan bisnis (ziyarah tijariyah).

Pertama, Visa kunjungan keluarga diberikan kepada ekspatriat yang sah tinggal Arab Saudi untuk membawa salah satu keluarganya. Visa ini berlaku untuk jangka waktu satu bulan dan dapat diperpanjang hingga 9 bulan dan dapat diproses sepanjang tahun, kecuali pada musim haji.

Kedua, visa untuk kunjungan komersial diberikan bagi warga asing yang ingin melakukan kontrak bisnis atau perjanjian usaha di Arab Saudi. Visa bisnis ini dapat berlaku untuk beberapa perjalanan (multiple, keluar-masuk Arab Saudi) untuk jangka waktu 12 bulan.

Visa Untuk Peserta Pameran dan Pembicara

Visa ini bagi warga non Saudi yang ingin menghadiri pameran dan menjadi pembicara di sebuah acara seminar, simposium atau semisal di dalam negara Arab Saudi. Pengajuan visa ini harus disertifikasi oleh National Exhibition and Conference Program Arab Saudi.  

Visa Pelajar

Visa panggilan belajar ini didapat setelah mendaftar dengan melengkapi semua persyaratan dan diterima di univeritas di Arab Saudi.

Visa Wisata

Arab Saudi mulai 2018 direncanakan membuka visa untuk turis sebagaimana rencana yang disusun oleh Komisi Saudi untuk Pariwisata dan Cagar Budaya Nasional (SCTNH). Hanya saja, sampai tulisan ini diterbitkan, informasi terkait penerbitan visa jenis ini belum diketahui detail.

Untuk mengetahui surat atau dokumen yang diperlukan guna mengurus visa, bisa mendatangi Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Dibutuhkan 1 hingga 6 minggu proses pengajuan visa. Informasi lebih lanjut, dapat mengunjungi ofisial website Departemen Luar Negeri Arab Saudi di tautan ini https://visa.mofa.gov.saUntuk mengetahui biaya visa yang berlaku di Arab Saudi, silahkan periksa di sini. jll

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*