Kisah Tetangga Syaikh, Khatib Shalat Jum’at di Riyadh

Syaikh, Khotib jumat hari ini di salah satu jāmi’ di dekat rumah kami bercerita kisah2 yang menakjubkan tentang tetangganya (rahimahullah rahmatan wasiah) dengan suara tercekat karena menahan tangisan.

Di antara kisah kebaikannya:

Pertama, tetangganya tersebut banyak mengislamkan kaum pendatang terutama orang-orang Filipina. Di Saudi memang banyak sekali pekerja dari filipina dan mereka memang kebanyakannya non muslim.

Al kisah, ada satu orang Filipina yang bercerita seraya mengalirkan air mata di hadapan saudara-saudara kaum muslimin asal Filipina di sebuah Maktab Jaliyat (semacam Islamic Center) tentang perjalanan panjangnya hingga mendapat hidayah melalui tetangga syaikh tersebut.

Si muallaf ini sudah mendengar Islam sejak di negerinya dan ia ingin mengetahui islam lebih banyak. Maka oleh salah seorang rekannya di sarankan pergi ke Arab Saudi.

Namun sesampainya di Saudi, ia justru tidak mendapatkan apa yang ingin dicarinya.

Entah mengapa tidak ada seorangpun yang memberi tahu kepadanya adanya Maktab Jaliyat, tidak ada seorangpun yang berdakwah kepada dia, memberi penjelasan tentang Islam.

Dan itu berlangsung selama 15 tahun sampai akhirnya Allah mempertemukan orang Filipina ini dengan tetangga syaikh.

Sang tetangga syaikh inilah yang mengantarkan ia ke Islamic Center, membawakan buku-buku Islam berbahasa Filipina dan lain sebagainya.

Pendek kata, si muallaf ini sangat tersentuh dengan akhlaq dan kebaikan tetangga syaikh tersebut hingga ia akhirnya mantap masuk Islam dan mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Jami dekat rumah kami tersebut di hadapan ribuan jamaah.

Kedua, tetangga syaikh ini seorang yang sangat dermawan dan di bulan ramadan kedermawanannya semakin luar biasa.

Tidaklah sampai kabar kepada beliau ada keluarga miskin melainkan pasti dibantunya. Dan bantuannya pun tidak tanggung-tanggung, setiap rumah keluarga miskin yang dia ketahui diberikan bahan makanan hingga satu mobil penuh. Untuk ukuran mobil di Saudi jangan disamakan dengan di indonesia, di sini mobil sebesar innova itu masih terbilang mungil.

Tidak kurang dari 1500 – 2000 riyal untuk memenuhi satu mobil besar tersebut dengan sembako.

Yang ajaibnya, beliau selalu menolak orang miskin yang di bantu untuk mengangkat barang-barangnya dari mobil ke rumah, semua beliau pikul sendiri.

Kata beliau, beliau tidak mau jika pahalanya berkurang karena itu. Padahal sembako bukan model mie instan yang ringan, tapi semacam tepung karungan, beras karungan, gula karungan, subhanallah.

Demikian beberapa kisah menakjubkan dari orang sholih ini, ahsibuhu kadzalik wallahu hasībuh. Lā uzakki ‘alallahi ahada.

Sang tetangga syaikh ini sudah wafat karena sakit yang dideritanya namun tidak pernah beliau katakan. Beliau bersabar dengan penyakitnya hingga wafatnya.

Allahua’lam….

*) Sebagaimana yang diceritakan oleh Ustadz Farid Fadhillah, di sini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*