Syaikh Bandar Balilah Ditahan Pemerintah Arab Saudi, Menurut Kabar Dusta Al-Jazirah

Kabar dusta kembali disebarluaskan oleh salah satu media ternama Timur Tengah, Al-Jazeerah. Media massa yang konon dianggap sebagai pembela umat Islam dan penyeimbang media Barat, nyatanya tidak jauh lebih buruk dalam membuat fitnah dan hoax.

Senada dengan Al-Jazeerah yang berkedudukan di Qatar, media massa di Iran pun ramai membuat kabar berita dusta tentang penangkapan salah satu Imam Masjidil Haram, Syaikh Bandar bin Abdul Aziz Balilah, oleh pemerintah Arab Saudi.

Berita di atas melaporkan bahwa penangkapan Syaikh Bandar dilakukan pada 11 September 2018 lalu. Adalah akun twitter “multaqa al-Ra’yi” yang pertama kali (16/9) mengangkat berita tersebut. Kemudian ramai-ramai media yang dikenal sebagai “musuh” Arab Saudi, mengutipnya tanpa repot mencari konfirmasi kebenarannya.

Tidak jarang, setelah tersebar di beberapa media di Timur Tengah, dengan innocent, media lain di belahan dunia akan ikut menerjemahkannya. Seakan-akan jenis berita yang serupa di atas sudah “taken for granted” faktual.

Bukti kedustaan media-media pembenci Arab Saudi tersebut, di saat yang sama dinaikkan berita penangkapan Syaikh Bandar, justru beliau mengimami shalat Ashar di Masjidil Haram (16/9/2018 atau 6 Muharram 1440). Silahkan periksa pada kedua gambar di bawah ini.

Seorang penggiat medsos di Arab Saudi, Muhammad Al-Aqil Al-Ghamdi, berkomentar atas terang benderangnya berita bohong ini, dengan menulis: “Sungguh mengherankan kredibilitas Al-Jazeerah yang sengaja mempublikasikan berita palsu, tanpa memeriksa ke sumber berita yang terpercaya. Mereka mencukupkan dengan menghasut untuk menyerang Arab Saudi. Padahal Syaikh Bandar mengimami shalat Isya sebagaimana dia juga menjadi imam pada shalat Ashar di Masjidil Haram, di hari yang sama Al-Jazeerah menyebarkan berita dusta tersebut.”

Pemberitaan ini mengingatkan dengan berita-berita serupa yang ingin menyudutkan Arab Saudi karena dianggap anti dakwah Islam dengan menangkapi ulama dan melarangnya berkhutbah.

Sebelumnya, Al-Jazeerah memblow up berita dusta penangkapan Syaikh Alih bin Sa’id al-Ghamdi. Sumbernya juga sama, yaitu akun twitter multaqa al-Ra’yi. Akun ini mengaku sebagai pejuang hak asasi manusia (HAM) di Arab Saudi. Tetapi sayangnya HAM yang diperjuangkan hanya bersuara lantang merengek kebebasan orang-orang yang melawan pemerintah Arab Saudi.

Setelah isu tersebut, muncul pula berita yang tidak dapat dipertangungjawabkan, penangkapan Syaikh Saleh Al-Talib, imam dan sekaligus khatib Masjid Agung di Mekkah atau Masjidil Haram.

Menurut berita yang beredar, Syaikh Saleh ditangkap karena ceramah terakhirnya tentang “perbuatan jahat.” Padahal, ceramah beliau yang mengingatkan bahaya konser musik, sinema, ikhtilath (amr maruf nahyi munkar), merupakan rekaman ceramah beberapa tahun silam.

Jika karena materi tersebut Syaikh Saleh ditangkap, maka selayaknya Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh, Mufti Kerajaan Arab Saudi yang seharusnya ditangkap lebih dulu, karena beliau juga mendakwahkan yang sama.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*