Musim Panas yang Ekstrim di Arab Saudi Mulai Minggu Depan

Cuaca panas yang ekstrim akan menghantam Arab Saudi mulai minggu depan dengan prakiraan suhu mencapai 50 derajat celcius di beberapa kota.

Abdul Aziz Al-Hussaini, peneliti cuaca, menghubungkan kenaikan suhu minggu depan dengan transit bintang Gemini. “Periode ini akan memiliki hari-hari paling panas tahun ini. Periode ini disebut ‘Tabbakh Al-Tamr,‘ karena masa tersebut adalah saat kurma matang,” jelasnya ketika berbicara dengan Al-Watan Arabic Daily.

Menurut Al-Hussaini, periode tersebut biasa terjadi dari 15 Juli hingga 15 Agustus, di mana waktu malam menjadi sangat pendek dan siang hari menjadi panjang. Dengan suhu udara panas yang disertai oleh angin berdebu, diperkirakan dapat mencapai 48 derajat celcius di beberapa Wilayah Arab Saudi.

Di daerah pesisir Provinsi Timur, di mana angin laut akan meringankan panas hingga mencapai 42 derajat celcius, kata Al-Hussaini. Pada saat yang sama, suhu di wilayah antara pantai timur dan provinsi Riyadh akan mencapai hingga 50 derajat Celcius.

Dia juga menjelaskan bahwa suhu udara Riyadh, Qassim dan Al-Kharj dapat mencapai 48 derajat celsius, sementara di Hafr Al-Batin dan Al-Ahsa akan mendekati 50 derajat Celcius. Di daerah lain seperti wilayah Al-Jouf, suhu udara dapat mencapai 46-47 derajat celcius. Di kota lainnya, suhu akan berkisar sekitar 40-45 derajat celcius, jelasnya.

Selama suhu udara panas tersebut, Al-Hussaini mengingatkan masyarakat agar tidak keluar pada siang hari, terutama antara pukul 10 pagi hinga 4 sore. “Masyarakat harus mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan jika mereka keluar dalam waktu-waktu tersebut, seperti harus minum lebih banyak air dan jangan membiarkan anak-anak di bawah terik matahari.”

Dia menyarankan agar masyarakat menjauh dari lokasi keramaian di mana suhu dapat beranjak naik, yang membahayakan kesehatan jiwa. SG

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*