Drone Pertama Kali Digunakan Untuk Pengamanan Maksimal di Masjidil Haram Selama Ramadan

Untuk pertama kalinya, pengawasan kerumunan massa di Masjidil Haram selama bulan Ramadan akan menggunakan pesawat tanpa awak (drone). Hal ini sebagaimana yang disampaikan Wakil Komandan untuk Pasukan Umrah, Mayor Jenderal Mohammad Al-Ahmadi yang dikutip harian Al-Madina pada hari Rabu (16/5). 

Rencana pengelolaan jemaah umrah melibatkan aspek keamanan, organisasi dan kemanusiaan, kata Al-Ahmadi.

Pemeriksaan di pintu masuk Masjidil Haram pun akan dilakukan lebih ketat. Jemaah umrah atau peziarah yang dicurigai menampakkan tanda-tanda akan menganggu keamanan, tidak akan diizinkan memasuki Masjidil Haram untuk menjaga keselamatan dirinya dan orang lain, lanjut Al-Ahmadi.

Al-Ahmadi juga mengatakan bahwa jemaah atau peziarah tidak akan diizinkan masuk ke Haram Plaza yang membawa tas pakaian atau koper.

Selain drone dan security aircraft, telah disiapkan sekitar 2.500 kamera untuk memantau pergerakan massa di dalam Masjidil Haram.

Rencana keamanan ini melibatkan 2.400 polisi dan 1.300 patroli keamanan yang akan disebar di berbagai tempat sekitar Haram.

Direktur Polisi Makkah Mayjen Fahd Bin Mutlaq Al-Ossaimi mengatakan akan ada enam stasiun untuk perjalanan antar-jemput ke dan dari.

“Polisi Mekkah akan mengelompokkan para jemaah dan peziarah Masjidil Haram dengan memfasilitasi mereka untuk masuk dan keluar dari Masjidil Haram,” tambahnya.

Al-Ossaimi mengatakan pengelompokan ini juga akan mencakup tempat parkir dekat daerah pusat dan titik masuk ke Haram.

Dia mengatakan ada enam stasiun sebagaai shuttle bus, yaitu Bab Ali, Ban Ajyad, Al-Ghaza, Shuab Amir, Jaroul dan Reia Bakhsh. sg

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*