Arab Saudi Dukung Pemutusan Hubungan Maroko Terhadap Iran

Arab Saudi dengan tegas menyatakan bahwa pemerintahnya bersama Maroko dalam semua langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan, stabilitas dan integritas teritorialnya, sebagaimana rilis dari sumber resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada hari Selasa (1/5).

Lebih lanjut, Pemerintah Saudi mengutuk keras campur tangan Iran dalam urusan internal Maroko melalui milisi teroris Hizbullah yang melatih “Front Polisario” untuk mengacaukan keamanan dan stabilitas Maroko.

Sumber Kemenlu Arab Saudi juga menyatakan bahwa Arab Saudi menegaskan kembali bahwa akan bersama Maroko untuk menjamin keamanan dan stabilitas, termasuk keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Iran.

Para analis media mengatakan bahwa keputusan Maroko tersebut, merupakan langkah positif sesuai yang diperlukan, sebagaimana kebijakan negara-negara Arab dan Islam yang menyerukan blokade terhadap ekspansi sektarian Iran di kawasan Arab dan menolak campur tangan dalam urusan Arab dan Islam.

Langkah Maroko ini dianggap penting dan tepat pada waktunya, untuk mengekspos wajah asli rezim Iran dan membuktikan sebagai pendukung terorisme di dunia. Hal ini tampak dari upaya tendensius Iran selama ini untuk memecah belah dunia Arab dan menyebarkan paham sektarian Iran di Maroko, seperti yang terjadi di Irak, Yaman dan Libanon, sebagaimana analis media yang ditulis Saudi Gazzet. 

Selain itu, analis media Arab juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk melakukan tekanan ekonomi dan politik guna menghentikan rezim Iran yang menyebarkan terorisme.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Maroko mengatakan bahwa pemerintahnya telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran karena dukungan Teheran kepada Front Polisario.

Menteri Luar Negeri Nasser Bourita mengatakan bahwa Iran dan sekutu Syiah Lebanon-nya, Hezbollah, sedang melatih dan mempersenjatai para pejuang Polisario.

“Bulan ini Hezbollah mengirim rudal SAM9, SAM11 dan Strela ke Polisario secara diam-diam melalui kedutaan besar Iran di Aljazair,” katanya kepada wartawan.

Bourita mengatakan, dia baru saja kembali dari Iran setelah memberitahukan keputusan Maroko untuk memutuskan hubungan diplomatiknya. Duta besar Rabat di Iran pun telah ditarik kembali dan pejabat Iran akan diusir dari Rabat dengan segera pada Selasa (1/5). sgzt 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.