Mereka Telah Frustasi: Apapun di Arab Saudi, yang Baik Dicari Buruknya, yang Buruk Ditambah-tambahkan

Telah menjadi kebiasaan, apapun yang terjadi di Arab Saudi, “digoreng” media menurut selera masing-masing. Terakhir, berita sebuah drone mainan yang melintas di istana Raja Salman di Riyadh, dikait-kaitkan dengan isu kudeta.

Media sekuler, meminjam kaca mata Barat untuk mencari celah menyerang negeri yang satu-satunya masih berusaha menegakkan syari’ah Islam di dunia ini.

Kasus pembelian lukisan lukisan karya Leonardo da Vinci “Salvator Mundi,” misalnya, tidak lebih dari berita fiksi yang diangkat New York Times di Amerika dan Daily Mail di Inggris, kemudian ramai-ramai diterjemahkan oleh media sekuler. Lucunya, mereka sama sekali tidak mau membuka lama klarifikasi resmi pemerintah Arab Saudi.

Pemberitaan serupa juga seperti pada isu pemindahan ibukota Palestina dari Yerusalem ke Abu Dis. Bukan yang sekuler saja, tetapi juga yang dikenal sebagai media aspirasi umat Islam, ramai menyebar hoax bahwa Arab Saudi mendukung kebijakan Presiden Amerika, Donald Trumph.

Bermodal terjemahan dari artikelnya “Talk of Peace Plan That Snubs Palestinians Roils Middle East” yang diangkat laporan berita oleh The New York Times (NYT), mereka mencukupkan diri menuduh Saudi bersama Amerika membela Israel.

Dan masih banyak kualitas berita serupa, hampir rutin muncul setiap hari, sungguh menyedihkan!

Selain rajin menggunakan media Barat sebagai rujukan, di antara mereka juga menjadikan media pergerakan (harokiy), syiah, dan yang berseberangan secara pandangan politik dan agama dengan Saudi, sebagai rujukan pemberitaan.

Seperti suara tembakan yang terdengar dari kompleks Istana Kerajaan Arab Saudi Sabtu malam (21/4) lalu, berawal cuitan agen Syiah di twitter yang viral, langsung “taken for granted” jadi acuan berita. Seperti mendapat durian runtuh, ramailah isu kudeta digulirkan tanpa cover both side, tidak menukil konfirmasi dari sumber resmi Arab Saudi.

Memang cukup mengherankan, mereka memberitakan sebuah negara, tetapi tidak sudi mengutip dari media-media lokal negara tersebut, yang secara keakuratan dan faktualnya, jauh lebih baik daripada laporan dari media luar negeri.

Di Arab Saudi, sangat banyak media elektronik, cetak, dan online yang bisa diakses mudah dan dari mana saja. Bahkan, jikapun kesulitan dengan bahasa Arab, telah banyak yang berbahasa berbahasa Inggris.

Pun, jika tak sudi menukil dari media lokal tersebut, sumber resmi kantor berita, Saudi Press Agency (SPA), tersedia dalam bilingual, bahasa Arab dan Inggris.

Mereka Frustasi

Tahukan Anda siapakah mereka yang telah frustasi terhadap penduduk Arab? Ya, mereka yang tidak pernah berhasil warga Arab, khususnya Saudi, menjadi pengikut millah mereka, keluar dari agama Islam. Bahkan, sampai hari ini pun Saudi menghukum mati warga negaranya yang murtad.

Setelah mereka gagal berusaha mengeluarkan warga Arab dari Islam, maka inilah yang mereka lakukan; memutarbalikkan fakta, menyebar kepalsuan dan adu domba, menambah dan mengurangi fakta berita yang terjadi. Mereka tidak lain yang telah disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits berikut.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ » [ أخرجه مسلم

“Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk menjadikan orang-orang beriman menyembahnya di Jazirah Arab, namun masih tersisa tipu dayanya yaitu mengadu domba di antara kalian.” HR Muslim 2812

Imam Nawawi mengatakan: ‘Hadits ini termasuk salah satu dari mu’jizat kenabian yang dipunyai  oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun maknanya yaitu setan telah berputus asa untuk menjadikan penduduk Jazirah Arab menyembahnya, akan tetapi syaiton berusaha untuk menabur benih perselisihan diantara kalian kaum muslimin  dengan perselisihan, pertengkaran, peperangan serta permusuhan dan yang semisalnya” Shahih Muslim bi syarh an-Nawawi 60/156.

Semoga kita bukan termasuk golongan yang melakukan tipu daya mengadu domba di Jazirah Arab, karena kebencian dan kedengkian atas provokasi berita yang tidak dapat bertanggung jawab.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*