Larangan Berziarah ke Jabal Nur dan Lokasi Bersejarah Lainnya di Makkah

Beberapa waktu terakhir ini, netizen diramaikan surat larangan kepada perusahaan travel umrah untuk mengunjungi beberapa lokasi bersejarah di Makkah dan sekitarnya.

Larangan tersebut menjadi viral setelah akun IG makkahmadeenah memosting sebuah surat himbauan salah satu agen wisata merujuk ke pengumuman larangan dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Surat yang berbahasa Arab tersebut diberi komentar dengan bahasa Inggris yang mengungkapkan keterkejutannya atas ditutupnya lokasi sejarah di Makkah mulai 19 April 2018 dan larangan kepada perusahaan travel umrah membawa jemaahnya ke lokasi-lokasi tersebut.

Bahkan disampaikan di akun IG tersebut, ancaman sanksi denda sebesar 5000 reyal bagi siapa saja yang melanggarnya.

Akun IG makkahmadeenah juga merinci lokasi-lokasi yang tidak diperkenankan untuk diziarahi lagi, di antaranya:

  1. Jabal (mount) Nur, Ghar Nur
  2. Jabal (mount) Thawr, Ghar Thawr
  3. Masjid Jinn
  4. Masjid Rayah
  5. Masid Shajarah
  6. Masjid Ijabah
  7. Mu’alla cemetery
  8. Muhassab
  9. Mina
  10. Jamarat
  11. Masjid Khayf
  12. Marker where Ibrahim went to sacrifice Ismail
  13. Masjid Aqaba
  14. Cave of Mursalaat
  15. Arafat
  16. Masjid Namirah
  17. Wadi Urana
  18. Jabal Rahmah
  19. Masjid al-Shukhayrat
  20. Zubayda aqueduct
  21. Wadi Muhassar
  22. Wadi Dhi Tuwa
  23. Masjid Dhi Tuwa
  24. Masjid Khalid ibn Waleed
  25. Grave of our Lady Maymuna, Sarif
  26. Grave of ‘Adbullah ibn ‘Umar
  27. Abwa, place where grave of our Lady Aaminah is.
  28. Usfan, well where Rasulullah SallAllahu alaihi wasallam spat in.
  29. Jamoon, Masjid Fatah, Banu Sulaym
  30. Hudaybiyah

Sementara itu, ta’mim (pengumuman) resmi berkepala surat Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, dengan tajuk Penting dan Sangat Segera (Haamm wa ‘Ajil Jiddan), menghimbau kepada seluruh agen travel umrah agar tidak mengkhususkan jemaah umrah melakukan ziarah ke Jabal Nuur dikarenakan beberapa sebab:

  • Didapati sebagian orang menghidupkan perbuatan bid’ah dan kesyirikan di Jabal Nuur
  • Tidak ada perintah syariat yang mengharuskan ziarah ke tempat tersebut, terutama lagi setelah didapati pelanggaran sebagaimana yang disebutkan di atas
  • Menghindari bahaya tergelincirnya penziarah dari atas gunung sehingga mengakibatkan kematian

Dalam mukadimah surat tersebut, disampaikan ketiga hal tersebut merupakan hasil pemantauan Pemerintah Provinsi Makkah dan Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Provinsi Makkah al-Mukkaramah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*