Menguliti CNN Indonesia: Putra Mahkota Saudi Sebut Wanita Tak Perlu Pakai Kerudung

CNN Indonesia pada Rabu (21/3) menulis judul berita di rubrik Timur Tengah: “Putra Mahkota Saudi Sebut Wanita Tak Perlu Pakai Kerudung.” 

Judul tersebut merupakan kesimpulan dari statemen Pangeran Muhammad bin Salman (MBS) di sebuah wawancara dengan stasiun televisi CBS, “The laws are very clear and stipulated in the laws of sharia (Islamic law): that women wear decent, respectful clothing, like men.” Diterjemahkan oleh CNN: “Undang-undang sangat jelas dan juga diatur dalam hukum syariah bahwa wanita mengenakan pakaian yang sopan, terhormat, seperti pria.”

Ditambahkan, “this, however, does not particularly specify a black abaya or a black head cover. The decision is entirely left for women to decide what type of decent and respectful attire she chooses to wear,” dengan terjemah CNN: “Ini, bagaimanapun, tidak secara khusus menyebut abaya hitam atau penutup kepala hitam. Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada perempuan untuk memutuskan jenis pakaian yang layak dan terhormat yang dia pilih untuk dikenakan,” sebagaimana dilansir Gulf News, Selasa (20/3).

Tahrif Kata Oleh Media Sekuler

Tahrif adalah mengubah makna dengan men-ta’wil (menginterpretasikan) maknanya kepada makna yang lain sehingga merubah makna yang sebenarnya. Dan laporan berita di kanal CNN Indonesia atau sumber rujukannya Gulf News di atas merupakan bentuk nyata dari tahrif terhadap perkataan MBS.

Pada asalnya, pernyataan MBS disampaikan dalam bahasa Arab. Hanya sayang, sampai saat ini belum bisa didengar langsung rekaman statemen tersebut kecuali setelah dialihsuarakan menjadi bahasa Inggris, yang tentunya bukan sumber asli, yang memungkinkan terjadi tahrif juga.

Tetapi anggap saja benar bahwa MBS mengatakan kata-kata di bawah ini:

  • that women wear decent, respectful clothing, like men (bahwa wanita mengenakan pakaian yang sopan, terhormat, seperti pria).
  • black abaya or a black head cover (abaya hitam atau penutup kepala hitam)

Kata kuncinya adalah “pakaian yang sopan, terhormat, dan abaya hitam atau penutup kepala hitam.” Jika penulis berita mau jujur dan tidak terlalu bodoh-bodoh sekali, maka yang “digugat” MBS sebatas “pakaian wanita tidak harus abaya berwarna hitam atau penutup kepala hitam, tetapi bisa warna apa saja, yang penting pakaian yang sopan dan terhormat.” 

Terlebih lagi, MBS menekankan di awal statemennya, “Undang-undang sangat jelas dan juga diatur dalam hukum syariah,” apakah undang-undang di Saudi membolehkan wanita berpakaian tidak sopan dan tidak terhormat? Dan apakah syariat mengatur wanita harus abaya hitam atau penutup kepala hitam? Maka tidak ada fakta maupun kata seperti judul berita media sekuler di atas.

Kemudian, mengapa tiba-tiba statemen MBS diartikan “Putra Mahkota Saudi Sebut Wanita Tak Perlu Pakai Kerudung?” Silahkan perhatikan, tahrif yang sedang dilakukan CNN dan media semisal yang biasa melakukan hal serupa.

Mengaitkan Dengan Fatwa Kibar Ulama yang Diselewengkan

CNN Indonesia, menerjemahkan dari Gulf News, “seorang ulama senior Arab Saudi bulan lalu telah menyatakan wanita harus berpakaian sopan, tapi tidak harus mengenakan abaya, pakaian tradisional Saudi.”

Sungguh celaka mereka yang berdusta untuk membuat fitnah di tengah-tengah umat. Terkait dengan fatwa ulama senior yang dimaksud, sudah pernah di bahas terperinci di sini.

Menutup tulisan singkat ini, silahkan renungi tulisan pembuka Syaikh DR. Syaikh Shâlih bin Fauzân Alu Fauzân:

Bertakwalah kepada Allah. Ketahuilah, sejak dahulu hingga sekarang, sesungguhnya musuh-musuh Islam selalu berniat melenyapkan Islam dan kaum muslimin. Mereka melakukannya dengan berbagai cara. Allah Subhanahu wa Ta’ala meminta kita agar waspada terhadap makar-makar mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka)…. [an-Nisâ`/4:89].

Namun atas izin Allah, upaya mereka selalu gagal. Allah Azza wa Jalla telah memupus rencana jahat mereka, sehingga Islam tetap eksis.

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. [at-Taubat/9:32].

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*