Genosida Kucing dan Black Death

Tulisan dari Suara Madinah tentang sejarah kelam Eropa di abad pertengahan.

BLACK DEATH terjadi karena Para Pope mentitahkan agar membunuh kucing kucing yang ada diseluruh Eropa, dengan alasan konyol bahwa kadalah agen iblis dan hewan khas penyihir.

Awal mula kucing digenosida oleh gereja dan masyarakat, belum muncul masalah serius. Namun, hal yang tidak disangka sangka terjadi, karena rantai makanan yang tidak seimbang dan putus, populasi tikus kian merajalela dan semakin banyak.

Saya sempat tidak percaya jumlah tikus yang menjadi banyak dalam waktu yang singkat hingga saya melihat tayangan National Geographic https://youtu.be/1rnL1l4kN3Y. Ternyata 1 ekor tikus betina bisa menghasilkan 15.000 ekor tikus hanya dalam waktu 1 tahun, berarti setiap 1 bulannya akan muncul 1250 ekor tikus baru yang masing masing beranak pinak hingga jutaan ekor.

Tapi akibat kebodohan masa itu, rakyat dan gereja tidak sadar apa yang telah mereka perbuat, mereka hanya menunggu bom waktu yang baru terasa menjelang setahun kemudian.

Zombie Apocalypse atau kiamat mayat hidup pun terjadi dan menjadi kenyataan pahit. Ras manusia hampir punah akibat kebodohan Pope Georgy X yang mengakibatkan 200 juta Orang mati konyol akibat terkena penyakit pes yang dibawa oleh tikus akibat kucing dibunuh masal. Padahal kucing adalah pembasmi tikus alami yang paling ampuh.

Tapi sebagian sejarawan barat terkesan menghapus sejarah ini dan berusaha menghilangkan nama Georgy dari daftar tikus-tikus penyebab kematian 200 juta jiwa di Eropa.

Berbeda dengan di dunia Islam, kucing sangat dimuliakan dalam Islam bahkan sedangkan tikus ada perintah untuk membunuhnya karena membawa kerusakan bagi manusia. Bahkan karena penyakit berbahaya ini, para pedagang kaya Eropa kabur menuju Asia dengan menggunakan kapal kayu sedangkan tikus tikus ikut bersama mereka. Walhasil, wabah menyebar juga di Asia.

Rakyat sebenarnya sudah tahu ini semua akibat pemusnahan kucing besar-besaran, tapi pihak rohaniwan tidak mau disalahkan sehingga mereka menuduh Black Death terjadi akibat sihir para penyihir yang balas dendam dan kebohongan mulai lagi.

Walhasil, rakyat semakin stres dan panik, terlebih melihat para pendeta dan suster justru ikut menjadi korbannya, karena mereka yang merawat pasien. Namun rakyat berpikir bahwa sihir ini adalah kutukan sehingga bisa masuk ke dalam gereja bahkan katedral dan melawan Tuhan. Begitulah gambaran abad pertengahan akibat doktrin agama yang kelak mengilhami anti agama di Eropa modern saat ini.

Black Death tidak hanya membuat rakyat menjadi gila, para pejabat pemerintahan justru semakin paranoid sehingga membunuh kaum Gipsi yaitu komunitas Yahudi karena dianggap penyebab Black death dan dituduh mencemari sumur dengan penyakit itu. Anda bisa cek di Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Maut_Hitam.

Hal ini berbalik dengan dunia Islam, kita diperintahkan berbuat baik kepada kucing dan hewan hewan yang baik lainnya dan diperintahkan untuk membunuh tikus karena berbahaya.

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.” (HR. At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 173 mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Dari Ibnu Umar, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda, “seorang wanita disiksa karena sebab kucing, dia kurung tidak diberi makan, tidak dibiarkan mencari makan sendiri dari serangga-serangga bumi, sampai akhirnya mati.” (HR Bukhari : 3318, Muslim : 151).

Sedangkan tikus, Islam memerintahkan untuk membunuhnya karena berbahaya bagi manusia. Dari Aisyah, dari Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, “ada 5 macam binatang yang fasiq (berbahaya, jahat dan mengganggu) yang boleh dibunuh baik di dalam atau d iluar tanah haram (sedang ihram ataupun tidak) yaitu: ular, burung gagak, tikus, anjing galak dan elang.” (HR Bukhari : 3314, Muslim : 67).

Kita tahu bahwa hewan hewan ini menggangu manusia, burung gagak sering mencuri makanan manusia bahkan berani melawan manusia, Ular begitu pula, tikus berpenyakit, anjing galak adalah pertanda rabies yang menyakitkan (silakan cek keadaan mengerikan korban rabies di youtube). Burung Elang dulu suka menyambar anak kecil dan hewan ternak dan lain lainnya.

Meskipun demikian, Islam tetap menganjurkan untuk membunuh hewan hewan diatas dengan cara yang baik, seperti tidak menyiksanya, dan tidak membakarnya dengan api sebagaimana hadits yang lain.

Islam itu tidaklah melarang kecuali karena asalnya barang tersebut ada kerusakannya sebagaimana Islam tidaklah memerintahkan kecuali di sana pasti ada manfaatnya. Terlepas dari itu semua ada hikmah yang hanya Allah tahu semata.

Demikianlah yang dapat kami tulis, semoga bermanfaat, ikutilah jalan Islam yang benar dan sesuai dalil, maka keselamatan ada padanya.

wal hamdulillahi robbilalamin.

http://historythings.com/one-time-pope-banned-cats-caused-…/

ADMIN SUARA MADINAH

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*