Cadar dan Rangking Perguruan Tinggi di Dunia

Ramai pembicaraan pelarangan cadar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang diikuti UIN Sunan Ampel Surabaya, menimbulkan pro dan kontra.

Tidak hanya kalangan masyarakat awam, dari DPR, Menteri Agama hingga MUI pun memberikan pandangannya masing-masing.

Menariknya, di saat UIN di Yogya dan Surabaya sebagai lembaga perguruan tinggi yang berlabel Islam melarang cadar, beberapa rektor di perguruan tinggi umum justru tidak mempermasalahkannya.

Bagaimana dengan perguruan tinggi di Arab Saudi, yang konon, cadar merupakan produk budaya Arab bukan ajaran Islam?

Anton Satria Prabuwono, pria asal Brebes yang menjadi profesor di King Abdul Aziz Univeristy Jeddah, menulis status di dinding FB-nya pada hari Kamis (8/3):

Tidak hanya cadar, di King Abdulaziz University bahkan terpisah antara male section (pria) dan female section (wanita). Dosen pria mengajar mahasiswa dan dosen wanita mengajar mahasiswi. Kalaupun dosen pria mengajar mahasiswi karena tidak adanya dosen wanita, maka menggunakan video conference.

Alhamdulillah, kami tetap fokus menjaga kinerja akademik menembus jajaran kampus-kampus yang disegani di kawasan Timur Tengah, Asia dan Dunia.

  1. Ranking 1 di Arab World (Times Higher Education 2017)
  2. Ranking 23 di Asia (Times Higher Education 2018)
  3. Ranking 30 di Dunia – Bidang Computer Science & Engineering (Shanghai Ranking 2017)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*