Pengalaman Ustadz Muflih Safitra di Terminal Haji Jeddah

Ustadz Muflih Safitra, dai asal Kalimantan Timur, yang baru saja membimbing jemaah umrah, berbagi cerita terkait peraturan baru di Terminal Haji Jeddah. Berikut pengalamannya.

Mohon disebarkan kepada pemilik dan ustadz pembimbing umroh…

Jika pernah punya pengalaman yang sama atau tidak akan mengalaminya, abaikan saja.

Jika informasi ini bermanfaat, silakan dikirimkan.

SAUDI AIRLINE DI TERMINAL HAJI JEDDAH Mewajibkan setiap penumpang membawa koper dan Zamzam masing-masing.

Setiap orang memegang paspor sedari luar, sebelum check in dan harus check in sendiri.

Di awal kami sempat berdebat dengan petugas karena kami menimbang jamaah yang lanjut usia. Bagaimana mungkin mereka membawa koper, zam zam dan tas sendiri-sendiri.

Tadi kami kelabakan ketika di check in petugasnya tidak mau check in grup. Kami disalahkan karena tidak membagi koper, zam zam dan paspor sesuai nama sedari luar.

Ketika kami sebutkan bahwa biasanya kami lakukan check in secara kolektif, juga di terminal haji di bulan Syawwal dan di terminal umum di bulan November, Desember dan kami persilakan para jamaah menunggu di kursi, maka petugas mengatakan ini nizham jadid.

Barusan kami tanya ke travel yang juga akan berangkat dengan kami 1 pesawat, mereka juga kaget, kelabakan dan baru tahu akan peraturan ini.

Padahal dari luar kami sudah bayar 500 SR kepada porter agar membantu check in. Ternyata nizham jadid melarang mereka masuk.

KESIMPULAN:

Untuk terminal haji, ketika sampai di parkiran, porter dibayar mahal tapi tidak akan melakukan apapun untuk membantu kita check in. Bayar 500 SR hanya untuk dipindahkan ke tempat duduk dekat musholla.

Silakan dipikirkan bagaimana baiknya.

Bandara Jeddah, 26 Februari 2018
muflihsafitracom

*) Sumber: FP Umroh & Haji Ustadz Muflih Safitra

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.