Antara Tuduhan Syi’ah dan Wahabi

Bagi sebagian orang, istilah “Wahhabi” terasa ngeri. Ada diantara mereka yang menganggap bahwa “wahabi” itu identik dengan hal yang berbau kekerasan, fanatik, pemecah belah umat dan anggapan-anggapan lain yang bernilai negatif. Padahal sebenarnya tidak demikian. Seorang Syi’ah, menyebutkan salah satu ciri “wahhabi” yaitu: mereka yang mengganti kalimat “alaiha salam” untuk seorang shahabiyah Fatimah dengan kalimat “radhiyallaahu ‘anha’.

Lihat komentarnya:
=====================

Cindy Claudya • 7 teman yang sama
Bahkan Wahabi dg pengecutnya telah merubah kalimat “‘Alaiha Salam” utk Sayyidah Fatimah dg kalimat “Rodiyallahu ‘Anha” dlm Sohih Bukhori.
sekitar sejam yang lalu • Suka • 1
======================

Dari komentar penganut Syi’ah ini semakin meyakinkan saya bahwa mereka kalangan Rafidhah ini jarang membuka apalagi membaca dan apalagi memahami maksud ayat-ayat dalam al-Qur’an. Bagaimana mungkin membaca, bagaimana mungkin memahami sementara mereka berkeyakinan bahwa kitab al-Qur’an pada hari ini setelah dirubah-rubah oleh para shahabat radhiyallaahu ta’ala ‘anhum.

Maka kemudian seeorang Syi’ah yang menjadi perwakilan dari seluruh Syi’ah mengatakan bahwa yang mengganti gelar “alaihi salam” pada nama para shahabat Fathimah atau pada “Ahlul Bait” dengan gelar “radhiyallaahu ‘anh” adalah mereka para “Wahhabi”.

Maka saya kabarkan kepada kalian wahai “Wahhabi”, beruntunglah anda sekalian. Kenapa? Karena kalian adalah orang-orang yang tidak pernah menyelisihi ayat-ayat Allah ta’ala, apalagi mengingkarinya. Karena tentang gelar “radhiyallaahu ‘anh” itu Allah ta’ala telah berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah.” (QS. At-Taubah : 100)

Begitu pula dalam Q.S. al-Mujadilah :22, sebuah ayat yang menceritakan tentang pribadi para shahabat dan ayat ini sekaligus menjadi tamparan keras buat para rafihdah itu. Silahkan baca:

لَا تَجِدُ قَوْماً يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءهُمْ أَوْ أَبْنَاءهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٍ مِّنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang sukses.” (QS. Al-Mujadilah : 22)

JADI, TERNYATA GELAR “RADHIYALLAAHU ‘ANH” ITU DARI ALLAH TA’ALA… MAKA BAGI ANDA YANG DIKASIH LEBEL “WAHABI”, SAYA KATAKAN, “JANGAN SEDIH, JANGAN MALU, JANGAN JENGKEL DAN JANGAN MERASA HINA.

BERBANGGA DAN BERBAHAGIALAH ANDA!!! “WAHABI” ADALAH GELAR BAGI PENGIKUT SETIA AL-WAHHAB (ALLAH TA’ALA) YANG TAK PERNAH MENYELISIHI DAN MENGINGKARI AYAT-AYATNYA” OK………. !!! ^_^

Kalau diantara anda anda yang minder atau sedih karena gelar “wahhabi” itu disematkan kepada dirinya, maka bacalah firman Allah ta’ala ini:

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ فَإِنَّهُمْ لاَ يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللّهِ يَجْحَدُونَ

“Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya mereka itu bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.” (Q.S. al-An’am : 33)

Dan saya katakan kepada mereka para pengikut agama Rofidhoh, Allah ta’ala berfirman untuk kalian:

إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي آيَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا أَفَمَن يُلْقَى فِي النَّارِ خَيْرٌ أَم مَّن يَأْتِي آمِناً يَوْمَ الْقِيَامَةِ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari Kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Fushilat : 40)

وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ

“Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.” (Q.S. Lukman : 32)

وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ

“Dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat kami selain orang-orang kafir.” (Q.S. al-Ankabut : 47)

كَذَلِكَ يُؤْفَكُ الَّذِينَ كَانُوا بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ

“Seperti demikianlah dipalingkan orang-orang yang selalu mengingkari ayat-ayat Allah.” (Al-Mukmin :63).

– Selesai, dengan sedikit perubahan —

(Source: facebook.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*