Arab Saudi Tidak Pernah Memberikan Izin Apapun untuk Penerbangan Antara India dan Israel

Kabar dusta tersiar lagi untuk sekedar menunjukkan Arab Saudi memiliki hubungan dengan Israel. Kali ini, Arab Saudi diberitakan telah memberikan izin kawasan udaranya kepada Air India untuk dilewati sebagai jalur penerbangan komersial antara India ke Israel.

Juru bicara Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi yang dikutip oleh Reuters, meyakinkan bahwa Arab Saudi tidak pernah memberikan izin apapun atas udaranya untuk digunakan jalur penerbangan India ke Israel.

Sebelumnya, maskapai penerbangan Air India telah mengumumkan bahwa pihaknya berencana membuka rute baru langsung ke Israel. Untuk menggolkan rencana tersebut, perusahaannya akan melewati wilayah udara Arab Saudi yang tertutup untuk penerbangan komersil menuju Israel.

Juru bicara maskapai India tersebut telah memohon izin tiga kali jadwal penerbangan dalam satu minggu untuk rute New Delhi – Tel Aviv. Dia menambahkan bahwa maskapai penerbangan India tersebut, sedang menunggu persetujuan izin menyeberangi wilayah udara Saudi.

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi telah membantah kabar yang tersebar, di antaranya oleh Aljazeera, bahwa pihaknya telah memberikan izin rute penerbangan Air India tersebut.

Disebutkan bahwa maskapai penerbangan Israel, El Al, telah memiliki empat jadwal penerbangan menuju Mumbay setiap minggu. Akan tetapi rute tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama, yaitu selama 7 jam yang semestinya dapat dijangkau hanya dengan 5 jam. Hal ini dikarenakan penerbangan El Al harus mengambil rute selatan menuju Ethiopia, kemudian ke timur meunju India, mengingat mereka tidak dapat menyeberangi wilayah udara Saudi.

Air India mengajukan permintaan serupa untuk mendapatkan hak lepas landas dan mendarat dari pemerintah Israel tahun lalu, namun belum ada tindaklanjut, mengingat rute penerbangan tersebut kurang ekonomis karena harus menghindari wilayah udara Saudi. alarb

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*