Video: Kerendahan Hati Ulama dan Sikapnya Jika Dipuji

Syaikh Abdurrahman as-Sudais hafizhahullah pernah diminta untuk menyebutkan riwayat pendidikannya di sebuah muhadharah.

Beliau menjawab, yang maknanya, “siapalah saya sehingga kalian butuh terhadap biografi saya? Cukuplah kalian membaca biografi para sahabat dan ulama terdahulu, bagaimana mereka menuntut ilmu dan menghabiskan umur mereka. Dalam kisah mereka banyak hikmah yang bisa kalian ambil.”

—————-

Ketika awal muhadharah sang MC menyebut Syaikh Sulaiman sebagai Al-‘Allamah dan ‘Aalim.

Saat Syaikh memulai berbicara, setelah membaca khutbatul hajah, beliau hafizhahullah segera mengklarifikasi ucapan MC bahwa beliau bukan Al-‘Allaamah (yang memiliki ilmu sangat sangat luas dan mendalam), bukan pula ‘Aalim (yang berilmu), tapi beliau hanyalah thaalibul ‘ilm (penuntut ilmu).

—————-

Syaikh Abdullah Asy-Syinqithi hafizhahullah (pengajar di Masjid Nabawi Madinah al-Munawwarah) sering mengatakan bahwa beliau bukanlah ‘Aalim.

Yang pantas disebut ‘Aalim adalah ayahnya, Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi rahimahullah (penulis kitab tafsir Adhwaul Bayan).

—————-

Bukan hal yang asing rasanya dalam sebuah acara (majlis), ketika pembawa acara memperkenalkan seorang tokoh baik itu tokoh publik maupun tokoh agama, biasanya dibumbui dengan puji-pujian kepada tokoh tersebut.

Namun bagaimanakah respon Syeikh bin Baz saat mendapatkan perlakuan demikian? Saksikan video di bawah ini.

Di dalam majlis yang dihadiri oleh para doktor, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu telah menunjukkan akhlak yang patut dicontoh oleh para da’i, terutma saat menerima pujian.

Beliau, tidak lantas bangga dan menyombongkan diri, meskipun orang tahu kadar beliau. Perhatikan video Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullahu saat dipuji di bawah ini.

Perhatikan pula, apa respon Syaikh Fauzan hafizhahullaah, saat dipuji dan disanjung, lihat videonya di bawah ini.

__________

Mereka hafizhahumullah yang sudah malang melintang di dunia ilmu syar’i saja sangat enggan disebut ustadz ataupun ‘Aalim.

Maka siapa kita?

Maka siapa kita yang sudah begitu jumawa ketika dipanggil Ustadz?

Maka siapa kita yang baru sedikit ngaji sana sini sudah merasa berilmu tinggi?

Maka siapa kita ketika tanpa panggilan Ust, kita merasa dihina?

Semoga Allah selalu memberikan taufiq kepada kita untuk terus menuntut ilmu syar’i dan menjauhkan diri kita dari sifat Sombong dan ‘Ujub.

*) Ditulis oleh Ghazi Zulhazmi, dengan penambahan seperlunya dari berbagai sumber.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*