Video: Aplikasi “Safe Travel” Dari Kemenlu Untuk WNI di Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) meluncurkan aplikasi bergerak berbasis Android, Safe Travel, demi meningkatkan upaya perlindungan terhadap warga negaranya di luar negeri. Menlu Retno LP Marsudi meresmikan program tersebut du sela-sela acara Pernyataan Pers Tahunan Menlu (PPTM) di Gedung Nusantara, Pejambon, Jakarta Pusat pada Selasa 10 Januari 2017.

“Aplikasi tersebut didesain bagi WNI yang melakukan perjalanan ke luar negeri, baik untuk sementara maupun menetap. Dengan aplikasi tersebut Kemlu berharap dapat mengetahui sebaran WNI dan lokasi keberadaan mereka, sehingga perlindungan dapat diberikan dengan segera jika dibutuhkan,” terang Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI), Lalu Muhammad Iqbal, Selasa (11/1/2017).

Ia menambahkan, aplikasi tersebut dirancang dengan konsep ‘aman dan menyenangkan’. Selain tentunya dilengkapi dengan berbagai fitur yang bermanfaat bagi WNI yang bepergian ke luar negeri. Aplikasi ini juga dapat dipakai untuk berbagi informasi mengenai negara tujuan.

“Pengguna aplikasi juga dapat memperoleh informasi pelayanan di Perwakilan RI terdekat, melihat panduan lokasi Perwakilan RI, melaporkan diri secara daring, menerima informasi teraktual mengenai negara tujuan selama perjalanan, berbagi tips perjalanan yang aman, serta konsep ‘fun‘ bisa dengan cara berbagi cerita menarik ke media sosial,” paparnya.

Lebih lanjut, Iqbal menjabarkan mengenai fungsi tombol darurat yang dicantumkan di aplikasi “Safe Travel.” Aplikasi ini memungkinkan para penggunanya terhubung langsung dengan hotline Kemlu/Perwakilan RI di luar negeri. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tombol darurat akan otomatis mengirimkan koordinat lokasi serta foto atau video lokasi pemencetnya. Delegasi terdekat akan bisa melacak keberadaan WNI tersebut dan memberikan bantuan yang diperlukan secepatnya.

Penerapan aplikasi ini juga terbilang praktis. Sekali pengguna melakukan sign-up, maka data diri akan langsung tersimpan di server Kemlu. Pemerintah menganjurkan aplikasi ini terpasang di setiap ponsel pintar WNI sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Dengan demikian, jika terjadi kehilangan paspor dalam perjalanan, Perwakilan RI dapat membantu penerbitan dokumen perjalanan penggantinya dengan lebih mudah,” terangnya.

Aplikasi ini disiapkan selama satu tahun, yakni selama 2016. Konsep aplikasi ini disusun dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain travel haji/umrah, komunitas backpackers, asosiasi penyedia asuransi perjalanan, kelompok mahasiswa Indonesia di luar negeri, pakar IT, diaspora Indonesia, kelompok-kelompok advokasi TKI dan lain-lain. Diharapkan aplikasi ini dapat mengakomodir kebutuhan perlindungan berbagai segmen WNI di luar negeri. Dalam waktu dekat aplikasi ini akan mulai terkoneksi dengan database WNI di luar negeri ‘e-perlindungan’ yang sudah lebih dulu diluncurkan.

Versi 1.0 aplikasi ini dapat didownload langsung secara gratis dari google play atau play store. Untuk memperkaya feature aplikasi ini, Kemlu menjalin kerjasama dengan sejumlah penyedia jasa yang terkait dengan perjalanan WNI ke luar negeri. Semua sudah disiapkan untuk 2017 ini. (Sil)

Sumber: newsokezone (dengan perubahan judul dan editing seperlunya).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*