Air Kencing Unta Halal dan Menyehatkan

Pasca viral video Ustadz Bachtiar Nasir meminum air kencing dan susu unta di peternakan unta di Hudaibiyah Mekkah, Arab Saudi, beberapa media melaporkan dengan kesan negatif. Bahkan, tidak ketinggalan beberapa penggiat media sosial ramai mem-bully sang ustadz dan berbicara tanpa ilmu tentang khasiat air kencing unta.

Air kencing unta, dapat ditinjau secara ilmiah, baik ilmiah menurut dalil agama maupun ilmu dunia (medis). Sungguh banyak dan mudah manusia menerima dalil dari ilmu dunia, tetapi sangat sedikit manusia bisa menerima dalil agama. Berbahagialah mereka yang mendapatkan keduanya.

Agama Islam Menyatakan Terlebih Dahulu

Pertama, agama Islam telah memerintahkan umatnya untuk berobat, sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

” تداووا فإن الله عز وجل لم يَضَع داء إلا وَضَع له دواء غير داء واحد : الْهَرَم “رواه الإمام أحمد وأبو داود والترمذي وابن ماجه .

“Berobatlah, sesungguhnya Allah ‘Azz wa Jalla tidak menciptakan penyakit kecuali ada obatnya, kecuali penyakit tua.” Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Maajah.

Dalam riwayat Imam Ahmad:

تداووا عباد الله ، فإن الله عز وجل لم يُنْزِل داء ألا أنزل معه شفاء إلا الموت والهرم

“Berobatlah wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurutnkan denganya kesembuhan kecuali kematian dan tua.”

Dalam riwayat Imam Ahmad juga disebutkan:

فإن الله لم يُنْزِل داء ألا أنزل له شفاء ، عَلِمَه مَن عَلِمَه ، وجَهِلَه مَن جَهِلَه

“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. Obat itu diketahui oleh orang yang bisa mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak bisa mengetahuinya.” 

Asal hadits yang terdapat dalam Al-Bukhari, dari hadits Abu Hurairah yang marfu’, dengan lafadz:

ما أنزل الله داء إلا أنْزَل له شِفاء

“Tidaklah Allah turunkan penyakit kecuali Allah turunkan baginya kesembuhan.”

Dalam Shahih Muslim, disebutkan dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda:

لكل داء دواء ، فإذا أصيب دواء الداء بَرأ بإذن الله عز وجل

“Setiap penyakit pastilah ada penawarnya, karenanya bila obat suatu penyakit telah didapatkan dengan tepat, maka -dengan izin Allah Azza wa Jalla– penyakitpun menjadi sembuh”.

Dan terdapat hadits yang menyebutkan keutaman habbatus sauda (jinten hitam):

شِفاء مِن كل داء إلا السام . قال ابن شهاب : والسَّام الموت . والحبة السوداء الشونيز . رواه البخاري ومسلم

“Penyembuh segala penyakit kecuali as-saam.” Berkata Ibnu Syihab: “Dan as-saam adalah kematian. Dan Habbatus Sauda adalah asy-syuniz. Riwayat Al-Bukhari dan Muslim

Kedua, Allah tidak menciptakan obat bagi umat Islam dari yang diharamkan.

Maka oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengatakan tentang berobat dengan khamr: “Sesungguhnya dia bukan obat tetapi penyakit.” (Riwayat Muslim). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إن الله لم يجعل شفاء أمتي فيما حَرّم عليها . رواه أبو داود 

“Sesungguhnya Allah tidak menjadi kesembuhan umatku dari apa yang diharamkan.” Riwayat Abu Daud

Ibnu Hajar berkata: “Dan najis itu haram, maka janganlah berobat dari dengannya.”

Maka tidak diperbolehkan berobat dari yang najis, seperti kencing manusia dan meminum darahnya.

Ketiga, kencing onta tidak termasuk najis, menurut pendapat yang shahih. Pendapat ini sebagaimana yang dikatakan Imam Malik, Imam Ahmad, dan Imam Bukhari, serta para ulama salaf yang disepakati madzhab Syafi’i, seperti Ibnu Khuzaimah, Ibnu Mundzir, Ibnu Hibban, Al-Usthukhariy, dan Al-Royani. Serta Muhammad bin al-Hasan dari madzhab Al-Hanafiyah.

Adapun dalil dari sucinya air kencing unta sebagaimana yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari hadits Anas radhiyallahu ‘anhu:

أن نَفَرًا من عُكل قَدِمُوا على رسول الله صلى الله عليه وسلم فبايعوه على الإسلام فاستوخموا الأرض وسقمت أجسامهم ، فشكوا ذلك إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : ألا تخرجون مع راعينا في إبله فتصيبون من أبوالها وألبانها ؟ فقالوا : بلى ، فَخَرَجُوا فَشَرِبُوا مِن أبوالها وألبانها فَصَحّوا .. الحديث

Sesungguhnya seorang dari suku ‘Ukl datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berbai’at kepada beliau untuk masuk Islam, serta menetap di sana. Kemudian tubuh mereka terserang suatu penyakit. Maka mereka ceritakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada mereka, “Keluarlah kalian ke untuk menemui para penggembala unta kami, dan minumlah air kencing dan susu onta tersebut.” Mereka menjawab, “Baiklah, ya Rasulullah!” Kemudian mereka keluar dan meminum air kencing dan susu unta tersebut, sehingga tubuh mereka menjadi sehat kembali….” al-hadits

Dalam riwayat Bukhari:

 فاشْرَبُوا من ألبانها وأبوالها ، فَخَرَجُوا فيها فَشَرِبُوا مِن أبوالها وألبانها واسْتَصَحّوا

“Maka minumlah dari susu dan air kencingnya, maka mereka keluar dan meminum dari air kencing dan susu unta tersebut, kemudian mereka menjadi sehat.”

Di riwayat Bukhari yang lain, disebutkan:

فأمَرَهُم أن يأتوا إبِل الصَّدَقَة فَيَشْرَبُوا مِن أبوالها وألبانها ، فَفَعَلُوا فَصَحُّوا

“Maka Rasulullah menyuruh mereka untuk mendatangi onta sedekah, kemudian mereka meminum air kecing dan susunya, setelah itu mereka menjadi sehat.”

Jika seandainya air kencing unta termasuk najis, maka Rasulullah tidak akan menyuruh mereka meminum air tersebut. Ibnu Qayim berkata:

وفي القصة دليل على التداوي والتطبّب ، وعلى طهارة بَول مأكول اللحم ، فإن التداوي بالمحرمات غير جائز ، ولم يُؤمَرُوا مع قُرب عَهدهم بالإسلام بِغَسْل أفواههم وما أصابته ثيابهم من أبوالها للصلاة ، وتأخير البيان لا يجوز عن وقت الحاجة . اهـ

“Dalam kisah tersebut merupakan bukti anjuran untuk berobat dan mencari kesembuhan, dan sucinya air kencing hewan yang dapat dimakan. Sesunggunya tidak diperbolehkan berobat dengan yang diharamkan. Mereka tidak diperintahkan mencuci mulut dan yang mengena kepada pakaiannya dari air kencing onta untuk shalat, meskipun mereka baru masuk Islam. Mengakhirkan penjelasan dalam keadaan yang diperlukan merupakan perkara yang tidak diperbolehkan.”

Ibnu Qayyim juga mengatakan: “Sebaik-baiknya air kencing, air kencing onta Arab, karena dia lebih utama.”

Akan tetapi, para ahli tidak merekomendasikan untuk minum air onta saja, tapi harus dicampur dengan susunya. (dinukil dari  الإسلام سؤال وجواب)

Bukti Ilmiah Medis Tentang Air Kencing Unta

Seorang ahli kimia, Fredy Kurniawan, dalam status di Face Book, 7 Januari 2018, menulis:

“Saya peneliti bukan tukang gosip. Ketika beberapa saat yang lalu ada seorang ulama minum air kencing unta menjadi bahan tertawaan maka saya pun tergelitik untuk mencari tahu secara ilmiah. Berikut saya lampirkan sebuah jurnal dari penerbit yang cukup Kredibel. Saya masukkan juga kualitas jurnalnya dan juga potongan abstraknya yang kira-kira isinya adalah air kencing unta bisa menghambat kanker. Sekarang ayo kita sama-sama tertawa siapa yang pantas untuk ditertawakan.”

Berikut gambar jurnal yang dimaksud.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*