Menebak Akhir Drama di Iran

Demonstrasi Iran makin membesar. Berbagai kampus turun ke jalan meneriakkan tuntutan perubahan. Berbagai strategi telah ditempuh pemerintah untuk meredam aksi demonstrasi. Mulai dari penciptaan opini keterlibatan Amerika dan Saudi, membuat demonstrasi tandingan, menutup akses sosial media, hingga sinyal melunaknya presiden Iran, Hasan Rouhani.

Demonstrasi itu sendiri sebenarnya telah mulai naik levelnya yang ditandai dengan pengerucutan tuntutan. Demo yang awalnya bermuara dari kemarahan akibat ketidakbijakan ekonomi, mengalir deras menjadi tuntutan politik. Hanya saja tuntutan politik ini masih ambigu: apakah sekedar mengganti rezim yang berkuasa (dalam hal ini presiden), ataukah reformasi sistem yang digawangi para mullah Syiah?

Pemetaan terhadap situasi menunjukkan kepada kita bahwa kekuatan politik para mullah Syiah terfokus di Teheran dan sekitarnya. Hal ini ditunjukkan dari konsolidasi pendukung Ali Khamenei yang membuat demo tandingan di Teheran. Kekuatan para mullah Syiah ini juga berusaha mengarahkan isu hanya terbatas pada tuntutan kepada Rouhani. Para mullah ini sudah pasrah, apapun akan dikorbankan untuk mempertahankan sistem yang ada, termasuk mengganti Rouhani yang juga berarti tamatnya proyek-proyek militer Syiah di berbagai belahan dunia.

Faktor Amerika

Amerika tentu punya kepentingan terhadap kondisi yang terjadi di Iran. Kepentingan ini beririsan dengan kondisi Timur Tengah: ada konflik, ada keuntungan. Jangan mengira gerakan Iran di berbagai negara itu tidak dimanfaatkan oleh Amerika. Sekali lagi, Amerika-lah yang diuntungkan dengan kegiatan militer Iran di negara lain.

Jika ada pihak yang harus diajak berbicara oleh Khamenei, maka itu adalah Amerika. Bagaimana sikap dan intervensi Amerika terhadap demonstrasi rakyat ini, akan sangat menentukan situasi. Iran pun menunggu sinyal dari Amerika.

Bagaimana sikap Amerika dan Trump? Sejauh ini reaksi Trump bersifat formalistik. Hari Jum’at lalu melalui twitternya, Trump hanya mengatakan, “the world is watching!” (dunia menyaksikan). Selanjutnya dia mengatakan, “the good people of Iran want change, and, other than the vast military power of the United States, that Iran’s people are what their leaders fear the most.” (rakyat Iran ingin perubahan, bukan soal kekuatan militer Amerika yang ditakutkan oleh pemimpin rakyat Iran). Normatif.

Di malam pergantian tahun, dalam cuitannya, Trump mengatakan, “the people are finally getting wise as to how their money and wealth is being stolen and squandered on terrorism. Looks like they will not take it any longer.” (rakyat akhirnya sadar bagaimana uang dan kesejahteraan mereka dicuri dan digunakan untuk terorisme. Nampaknya mereka tidak akan membiarkannya lebih lama). Pernyataan ini menunjukkan Amerika menginginkan pergantian rezim, namun tidak menyentuh secara sistemik.

Menebak Akhir

Jika melihat demonstrasi beberapa jam lalu di Teheran yang terbilang luar biasa, nampaknya tangan-tangan halus Amerika telah masuk dan bermain. Hanya saja kita juga menjadi jelas apa yang diinginkan Amerika dari apa yang disuarakan para demonstran: turunkan Rouhani! Opsi ini pulalah yang nampaknya dipilih Khamenei demi menjaga status quo para mullah.

Tahniah untuk Trump dan Khamenei!

Ditulis oleh Ismail Rajab

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*