Menanti Kejatuhan Rezim Mullah di Iran

Korban sudah jatuh. Internet di 17 propinsi sudah di-off-kan. Larangan berkumpul juga sudah dikeluarkan. Apakah situasi ini akan berujung pada munculnya kekuatan baru?

Memang diakui, aksi kali ini sangat besar apalagi faktor pemicunya adalah ekonomi. Namun lagi-lagi problemnya adalah apakah ada infrastruktur politik yang siap mengambil alih kekuasaan?

Perlu diingat, ketiadaan infrastruktur politik yang dimaksud, menyebabkan “Green Revolution” menjadi gagal. Namun disisi lain, demonstrasi “Green Revolution” tidak menyentuh aspek fundamental politik Iran yaitu rezim para mullah yang dipimpin Khamenei. Hal ini yang cukup menjanjikan pada demonstrasi kali ini.

Rezim di Iran saat ini dihadapkan pada 2 pilihan: tetap menghadapi gelombang protes yang berakibat jatuhnya rezim, atau menganulir kebijakan kenaikan harga dengan konsekwensi habisnya dukungan terhadap Suriah, Yaman, Palestina, dan jangan lupa Libanon. Malangnya bagi Iran, semua wilayah tersebut tengah bermasalah sehingga membutuhkan dukungan dana yang tidak kecil.

Demo sudah memasuki hari ke-empat. Belum ada tanda-tanda rezim akan mengikuti keinginan rakyat. Dua jam lalu, telegram dan instagram dimatikan. Sepertinya rezim akan menggunakan tangan besi untuk menekan demonstran. Jika sampai 7 hari demo belum berhenti bahkan makin menjadi, itu pertanda akan ada pergantian rezim.

Semoga….

Ditulis oleh Ismail Rajab

===

JIKA REZIM MALALI IRAN RUNTUH!

Demo besara-besaran menentang rezim Malali Ala Khomaini yang sekarang dipimpin Ali Khamane’i makin meluas. Politik campur tangan Iran mendukung rezim Basyar Asad telah mengorbankan banyak jiwa tentaranya dan menghabiskan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Ditambah lagi gerakan ekspansi penyebaran ideologi Syi’ah ke hampir seluruh negara muslim dunia juga menghabiskan dana yang tidak sedikit. Sebaliknya ekonomi dalam negeri kian terpuruk dan rakyat makin menderita.

Hanya saja kita bertanya-tanya, jika rezim Malali runtuh, apakah penggantinya akan lebih baik, atau malah sama saja? Atau mungkin lebih buruk lagi?

Apapun jawabnya, yang jelas saat Al-Qur’an memberitakan bahwa Romawi akan mengalahkan Persia, kaum muslimin merasa gembira.

***

( 1 ) Alif Laam Miim
( 2 ) Telah dikalahkan bangsa Rumawi,
( 3 ) di negeri yang terdekat, dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.
( 4 ) dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,

(QS. Ar-Rum: 1-4).

Ditulis oleh Dukung MUI Keluarkan Fatwa Syi’ah Sesat Dan Haram Di Indonesia

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*