Harga Pulsa di Saudi Setelah VAT Diberlakukan

Perusahaan operator telekomunikasi seluler di Saudi memastikan kesiapannya untuk menyesuaikan harga jual pulsa setelah diberlakukannya Pajak Pertambahan Nilai (PPN/VAT), mulai Senin, 1 Januari 2018. Penyesuaian harga ini untuk pelanggan prabayar (prepaidmusbiq ad-daf’i) dan pascabayar (postpaid, al-mufawatir).

Bagi pelanggan pascabayar, penerapan PPN dikenakan dari jumlah total yang harus dibayar setiap bulannya, bukan dari setiap pulsa yang dipakai (airtime). Adapun bagi pelanggan prabayar, setiap pulsa yang dibeli akan dikenakan PPN dengan mengurangi jumlah talktime (airtime), sehingga harganya tetap tidak bertambah, sesuai dengan nominal kartu pulsa tersebut.

Sebagai contoh, saat pelanggan membeli pulsa sebesar 10 reyal, maka isi pulsanya dikurangi menjadi menjadi 9.52 reyal (PPN 5%). Adapun yang berlangganan kartu pascabayar, jika pada waktu pembayaran biayanya 200 reyal, maka ditambah menjadi 210 reyal.

Juru Bicara Komisi Komunikasi dan Teknologi Informasi (CITC), Adel Abou Humaid, menegaskan akan ada pengawasan atas penerapan PPN di atas, sehingga tidak terjadi penipuan atau praktek yang merugikan konsumen. Langkah ini dengan membuka layanan pengaduan bagi konsumen yang merasa dirugikan. akhbaar24

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*