Air Minum di Masjid Arab Saudi

Perbuatan baik, baru niat saja sudah dicatat satu kali kebaikan. Jika dikerjakan, maka dilipatgandakan 10 kali lipat atau lebih, di sisi Allah Ta’ala. Tidak salah jika ulama selalu mengingatkan agar senantiasa berusaha berbuat baik dan disegerakan, jangan taswif (ditunda-tunda).

Pun, berbuat baik tidak harus dengan hal-hal besar, tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kadarnya. Begitulah, yang sering terlihat di masyarakat Islam yang mengerti besarnya pahala perbuatan baik, seperti yang tampak di lingkungan sekeliling warga Arab Saudi.

Di antara amalan yang dikiranya sepele, membagi-bagikan air minum kepada jemaah shalat di masjid.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu pernah ditanya, sedekah manakah yang paling utama? Lalu Rasululallah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bersedekahlah dengan air.” Bukankah penduduk neraka minta tolong kepada penduduk surga, seraya berkata:

أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ

“Tuangkanlah sedikit air kepada kami, atau rezeki apa saja yang telah dikaruniai oleh Allah kepada kalian”  Qs: Al-A’raf 50. [Tafsir Qurtuby]

Tidak heran, di masjid-masjid Arab Saudi, selalu ada lemari pendingin yang berisi air kemasan berbagai ukuran. Kadang, tidak disimpan di dalam lemari tersebut, tetapi kardus air kemasan diletakkan di lantai dekat pintu masuk masjid. Terkadang pula, disediakan dispenser dan gelas-gelas sekali pakai, siapa saja bisa menikmati air tersebut sesuai yang dibutuhkannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Jabir bin Sulaim,

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ

Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*