Malu Jika Amalan Ibadahnya Dilihat Orang

Dahulu seorang salaf begitu malu jika Amalan ibadahnya dilihat orang.

Bahkan ada yang sampai memakai cadar ketika sedang berjihad fi sabilillah, seakan ia adalah singa ganas lapar yang tertutup semak-semak membasmi lawan tanpa tahu siapa jati dirinya. Ternyata beliau adalah Imam Ibnu Mubarak, seorang ulama ahli hadits yang namanya pasti disebutkan di semua kitab perawi hadits.

Ada lagi yang ketika membaca Al-Quran ia menangis tersedu-sedu, lalu jika dilihat orang dan ditanya ia berkata, “Ini hanya pilek yang menggangguku saja.”

Ada yang shalat malam, ketika Ia meminta hujan di tengah malam lantas turunlah hujan dengan doa yang ia panjatkan.

Lalu ada seorang ulama yang melihatnya ia berdoa dan langsung mustajab maka ulama itu datang ke rumah hamba tadi.

Maka ternyata yang berdoa adalah seorang hamba Allah yang ia mencari nafkah dengan membuat sepatu, ketika ia tahu ada yang melihat ibadahnya, maka hamba tadi langsung lari sambil membawa barangnya karena ia tidak rela bahwa amalannya dilihat manusia.

Syaikh Ibrahim Ar ruhaili, sebagaimana kisah yang diceritakan sopirnya, beliau memiliki sebuah jubah dan parfum mahal, yang beliau pakai hanya ketika shalat malam di tengah kesendiriannya dengan Allah.

Syaikh Abdul Aziz Al Syaikh, Grand Mufti Arab Saudi, ketika berkunjung ke kampus Universitas Madinah, beliau mengimami shalat Isya dengan mahasiswa hanya sekitar 10 menit. Lalu beliau shalat sunnah ba’diyah sendiri hampir 1 jam, bahkan sampai polisi pengawal beliau duduk karena panjangnya shalat beliau. Padahal beliau sudah buta kedua matanya dan umurnya pun sudah sangat tua dan sepuh.

Di sebuah pondok pesantren, seorang santri yang mengumpulkan uang pribadinya sekitar 300 ribu, lalu di tengah malam disedekahkan diam-diam agar hanya Allah yang tahu.

Belajarlah jujur kepada Allah dengan amalan amalan tersembunyi.

Jangan pernah ridho jika setitik amak kita dilihat manusia.

Sembunyikan amal baik kita sebagaimana kita sembunyikan amal buruk kita.

Sesungguhnya ibadah sembunyi-sembunyi itu memadamkan azab dan menyebabkan turunnya rahmat Allah subhanahu wa Ta’ala.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*