Target ke Istana Yamamah Riyadh: Serangan Rudal Houtsi Kembali Digagalkan Pertahanan Arab Saudi

Selasa (19/12) siang tadi, langit kota Riyadh, ibu kota Arab Saudi, kembali diguncang suara keras. Serangan rudal dari Yaman, kembali digagalkan pasukan keamanan Arab Saudi.

Beberapa masyarakat di kota Riyadh turut menyaksikan langsung dan merekam dalam video amatir ledakan rudal di langit yang berhasil dihadang rudal Patriot Saudi.

Juru bicara separatis Houtsi, Abdus Salam, mengatakan bahwa pihaknya mengakui telah meluncurkan rudal balistik diarahkan ke arah ibu kota Arab Saudi, Riyadh. Dia menuliskan di twitter-nya: “Pasukan rudal Anshar Allah, mengumumkan peluncuran rudal ‘2H’ balistik, menargetkan Istana Yamamah di Riyadh.”

Stasiun televisi Houtsi menyiarkan bahwa rudal tersebut ditujukan ke arah Istana Yamama di mana banyak pemimpin Arab Saudi sedang mengadakan pertemuan.

Juru bicara koalisi Arab, Kolonel Turki Al-Malki, mengatakan serangan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan.

“Tindakan agresif dan memalukan oleh milisi Houtsi ini merupakan bukti yang jelas atas keterlibatan rezim Iran dalam mendukung dan memasok senjata bagi kelompok teroris. Ini merupakan tantangan yang jelas dan pelanggaran terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa no 2216 dan 2231, yang mengancam keamanan Arab Saudi serta kawasan sekitar dan dunia yang lebih luas,” kata Al-Maliki.

Al Maliki menambahkan, bahwa target wilayah pemukiman dengan rudal merupakan pelanggaran hukum internasional. Dia meminta masyarakat internasional untuk mengambil tindakan aktif untuk membatasi persenjataan Iran yang mendukung “teroris dan tindakan melanggar hukum.” Dia juga akan meminta pertanggungjawaban rezim Iran atas tindakannya tersebut.

Pada tanggal 4 November lalu, pasukan Royal Saudi Air Defense berhasil mencegat sebuah rudal yang ditembakkan oleh milisi Houtsi dari Yaman menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Panitia panel yang ditunjuk Dewan Keamanan PBB telah menegaskan bahwa rudal yang diluncurkan tersebut diproduksi di Iran, bersama dengan tiga rudal lainnya yang diluncurkan dari Yaman menuju Arab Saudi tahun ini.

Pada hari Kamis (14/12) lalu, Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley menyatakan bahwa Amerika memiliki “bukti nyata” bahwa Iran mensuplai rudal balistik kepada Houtsi di Yaman. Hal ini telah melanggar peraturan embargo senjata internasional di Yaman dan larangan ekspor senjata yang diberlakukan terhadap Iran.[]

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.