Pertunjukan Musik dan Bioskop di Arab Saudi

Menjelang akhir tahun 2017, netizen banyak dikejutkan oleh kebijakan baru Arab Saudi. Di bawah kepemimpinan Raja Salman dan digerakkan oleh Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman, lahir beberapa dektrit dan peraturan baru. Kebijakan tersebut tidak bisa dilepaskan untuk akselerasi menuju Visi Saudi 2030.

Beberapa kebijakan dalam negeri Saudi yang populer dan mengundang beragam komentar netizen di antaranya, diizinkannya wanita untuk menyetir mobil, pemberlakuan VAT, saudisasi lapangan pekerjaan, diberlakukannya dependent fee bagi keluarga ekspatriat yang tinggal di Arab Saudi, hingga dibukanya kembali bioskop dan pertunjukan musik (konser).

Dari sekian isu yang beredar di media massa, kebijakan pembukaan bioskop dan diizinkannya konser musik sangat menarik perhatian dunia luar Arab Saudi, utamanya kaum muslimin. Hal ini karena rasa cintanya kaum muslimin terhadap Haromain, dua kota suci Makkah al-Mukarramah dan Madinah al-Munawwarah yang berada di bawah kontrol Kerajaan Arab Saudi.

Meskipun, sebagian orang mengkritisinya karena sebab lain, seperti perbedaan pandangan politik dan cara pandang beragama. Dan sudah menjadi maklum, Arab Saudi selalu menjadi incaran kelompok-kelompok harokiy, sufi, syiah, sekaligus liberal-sekuler. Sedikit saja pemerintah Arab Saudi melakukan manuver, maka akan menjadi aib besar yang menutup segala kebaikannya.

Bioskop sendiri, sebenarnya telah ada di Arab Saudi 35 tahun yang lalu. Setelah lama ditutup, kembali dibuka setelah keluar izin resminya. Menurut rencana, akan dilakukan uji coba pada Maret 2018.

Begitu pula pertunjukan musik, menurut Pangeran Muhammad bin Salman, Saudi sedang “menginterpretasikan” Islam, yang di dalamnya juga terdapat konser musik. Secara historis, Muhammad mencoba mengulangi masa kehidupan Saudi di era sebelum 1979.

Fatwa Grand Mufti Arab Saudi

Hiruk pikuk dan pro kontra rencana pembukaan bioskop dan izin konser musik di Arab Saudi sebenarnya telah ramai dibicangkan di awal tahun 2017. Kini setelah hampir satu tahun berlalu, kebijakan tersebut mendapat restu dari pemerintah.

Hal inilah yang memicu pertanyaan terkait peran ulama di Arab Saudi, yang bagi sebagian orang digelari ulama wahabi, ulamanya ulil amri, murjiah, dan tuduhan-tuduhan tak berdasar lainnya. Wajar saja, di saat banyak busur panah diarahkan ke kebijakan pemerintah Arab Saudi, ulamanya dianggap ikut mengamininya.

Grand Mufti sekaligus Ketua Ulama Senior Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh, dalam sebuah acara di stasiun televisi Majd (Januari, 2017), mengingatkan bahaya bioskop dan konser musik tidak ada kebaikan di dalamnya, tetapi merusak akhlak masyarakat dan menjadi pemicu bercampurnya laki-laki dengan perempuan. Beliau menyampaikan hal tersebut saat menjawab seorang penanya terkait isu pembukaan bioskop dan pertunjukan musik.

“Ini akan memalingkan kaum muslimin dari kegiatan yang bermanfaat berpindah ke menonton film-film yang biasanya menyebarkan paham yang rusak, sesat, dan berpaling dari ajaran agama. Bioskop tidak akan lepas dari hal tersebut, karena di dalamnya dipertontonkan film-film asing yang bertentangan dengan budaya di negera kita. Ini merupakan hal yang berbahaya dan mempengaruhi kepada sosial masyarakat dengan kerusakan akhlak dan menghancurkan nilai-nilai luhur.” Jelas Syaikh Abdul Aziz.

Beliau juga menasehati kepada Badan Otoritas Hiburan Arab Saudi agar merubah hiburan yang buruk menjadi baik, yang tidak membuka pintu-pintu keburukan, dengan mengingatkan bahwa pembukaan bioskop akan melahirkan kerusakan berikutnya, seperti anak-anak muda akan menghabiskan malamnya dengan menyaksikan film-film yang penuh dengan kerusakan, yang dapat mempengaruhi akhlak dan persatuan.

Dalam kesempatan lain di acara live mingguan stasiun televisi yang sama, “Ma’a Samahatil Mufti,” Syaikh menjawab pertanyaan serupa dengan ungkapan yang berbeda, “Perkara ini akan diperbaiki dengan cara yang hikmah, insyaaAllah. Saya berharap semua akan bersepakat mengikuti yang haqq dan mengedepankan apa yang bermanfaat bagi umat, dan berharap kalian akan mendengar kabar baik insyaaAllah.”

Semoga Allah menjaga negeri kaum muslimin di manapun, dari fitnah dunia.

<jalal>

Ps.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.