Hanya di Arab Saudi: Pembunuh Dibunuh!

Di halaman masjid inilah pelaksanaan hukum qishoh ditegakkan di kota Jeddah

Nama asli masjid ini adalah Masjid Jami’ Ibrahim Ibnu Abdillah Al Jaffalii atau masjid Jaffalii yg dikenal oleh jamaah haji dan umrah Indonesia dengan nama masjid Qishos.

Semua kota di Arab Saudi memiliki tempat khusus untuk pelaksanaan hukum qishoh, ada yang di lapangan parkir, halaman pasar, lapangan kota atau masjid seperti ini.

Allah Ta’aala menggambarkan qishâsh dalam firman-Nya:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Dan dalam qishâsh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” [al-Baqarah/2:179]

Imam as-Syaukâni rahimahullah menjelaskan ayat ini dengan menyatakan:

“Maknanya ialah kalian memiliki jaminan kelangsungan hidup dalam hukum yang Allah Azza wa Jalla syariatkan ini; karena bila seseorang tahu akan dibunuh secara qishâsh apabila ia membunuh orang lain, tentulah ia tidak akan membunuh dan akan menahan diri dari meremehkan pembunuhan serta terjerumus padanya. Sehingga hal itu sama seperti jaminan kelangsungan hidup bagi jiwa manusia.

Ini adalah satu bentuk sastra (balâghah) yang tinggi dan kefasihan yang sempurna. Allah Azza wa Jalla menjadikan qishâsh yang sebenarnya adalah kematian, sebagai jaminan kelangsungan hidup, ditinjau dari efek yang timbul yaitu bisa mencegah saling bunuh di antara manusia.

Hal ini dalam rangka menjaga keberadaan jiwa manusia dan kelangsungan kehidupan mereka. Allah Azza wa Jalla juga menjelaskan ayat ini untuk ulul albâb (orang yang berakal); karena merekalah orang yang memandang jauh ke depan dan berlindung dari bahaya yang muncul kemudian. Sedangkan orang yang pandir, berfikiran pendek dan gampang emosi; mereka tidak memandang akibat yang akan muncul dan tidak berfikir tentang masa depannya

(Fathul-Qadîr 1/179 dinukil dari al-Mulakhash al-Fiqh 2/471)

Jika diterapkan di seluruh negara Islam didunia ini, maka yakinlah angka pembunuhan akan berkurang. Namun sayang banyak kaum muslimin sendiri yang menentangnya dengan alasan kejam, sadis dan tidak sesui dengan HAM (Hak Asasi Manusia ala Barat).

Padahal dalam pelaksaan hukum qishoh ada kehidupan karena orang akan takut membunuh.

Ditulis oleh Sulaiman Abu Syeikha

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.