Sikap Ulama Ketika Keliru (2)

Syaikh Abdul Muhsin Abbad adalah salah satu Ulama yang telah sangat sepuh yang mengisi kajian Hadits di Masjid Nabawi. Meskipun beliau menghafal banyak sekali nama perawi hadits beserta sanadnya, kadang-kadang pun beliau pernah salah.

Dan ketika dikoreksi oleh pembaca hadits beliau, maka beliau membetulkan hafalannya. Inilah akhlak salaf yang kami dapat dari beliau.

Demi Allah, beliau berkali-kali mengatakan tidak tahu akan sebuah soal jika memang tidak tahu. Namun kajian beliau adalah yang paling ramai di Masjid Nabawi.

Hendaknya setiap da’i mencontoh sikap ini. Jika salah hendaknya mengakui kesalahan lantas memperbaikinya. Tidak perlu marah marah jika dibetulkan orang.

Karena seorang da’i tetap manusia. Ada kesalahan dari sejak balighnya hingga kematiannya.

Dan bagi yang mendengarkan, jangan sampai kita berfanatik buta. Apalagi sampai mensucikan seorang da’i dari sifat lupa dan dosa.

Jika penulis salah pada tulisan pun selalu dihapus atau diperbaiki tulisannya. Karena sesempurna perkataan hanya milik Allah.

Dan sebaik-baik tuntunan adalah tuntunannya Rasulullah shalaAllahu alaihi wasallam.

Admin Suara Madinah

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.