Setelah 25 tahun, Imam Masjid Nabawi Kembali ke Mihrab Asli

Pimpinan Umum Urusan Dua Masjid Suci telah menyiapkan tempat untuk memberi salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan merubah lokasi imam shalat kembali ke mihrab nabi yang asli, sebagaimana yang dikutip arabnews dari website resminya.

Jemaah shalat Jum’at (9/11) di Masjid Nabawi minggu ini, yang diimami Syaikh Abdullah Al-Biaijan, menyaksikan untuk pertama kalinya mihrab yang asli setelah 25 tahun tidak digunakan.

Pihak pengurus Haramain telah menyiapkan jalur tersendiri bagi para peziarah yang ingin memberi salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dua sahabatnya, Abu Bakr dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, yang dimakamkan berdampingan. Pengaturan ini diharapkan menghindari kepadatan sehingga tidak terjadi berdesak-desakan, sebagaimana yang tampak semakin ramainya jumlah peziarah di Masjid Nabawi.

Pengaturan area tersebut ini sejalan dengan arahan agar pengunjung dapat melakukan ibadah di dalam Masjid Nabawi dengan mudah dan nyaman, shalat dan menyapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dua sahabatnya radhiyallahu ‘anhuma.

Arabnews menyebutkan bahwa mihrab asli tersebut digunakan saat imam memimpin untuk shalat Jumat, Idul Fitri dan Idul ‘Adha, taraweh, dan shalat tengah malam.

Mihrab asli sempat tidak digunakan selama 25 tahun, Syaikh Ali Al-Huzaifi merupakan imam terakhir yang memimpin shalat dengan mihrab tersebut pada 1414 H. AN

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*