Pengguna Telpon Genggam Penyebab 7 Ribu Lebih Orang Meninggal Selama Tahun 2017

Dalam laporan yang dikutip saudigazette, pengemudi yang sibuk dengan membaca pesan teks dan panggilan telepon seluler mempunyai andil atas kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kematian sebanyak 7.489 orang di jalan raya selama tahun 2017.

“Setiap saat seseorang mengalihkan mata dan tidak fokus melihat ke jalan, meskipun untuk beberapa detik saja, mereka mempertaruhkan nyawa dan kehidupan orang lain dalam bahaya,” kata Mohammed Bin Ali Swaidan saat meluncurkan kampanye keselamatan lalu lintas “Hidup Anda Lebih Berhaga Daripada Sebuah SMS” di Jeddah, Senin (11/12).

Kampanye ini diselenggarakan atas prakarsa banyak pihak, di antaranya Emirat Makkah, Gubernur Jeddah, Direktorat Pendidikan di Jeddah, Departemen Lalu Lintas, Kepolisian, Otoritas Olahraga Saudi, Universitas King Abdulaziz, Universitas Jeddah, Universitas Umm Al-Qura dan Universitas Taif.

Program tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran dan merubah perilaku pengemudi yang berbahaya selama di belakang kemudi melalui program interaktif yang menggabungkan teori dan praktik.

“Kampanye ini akan menyentuh emosi para pengendara, meningkatkan kesadaran dan mendorong masyarakat untuk ikut bertanggung jawab selain menjaga keselamatan. Merubah perilaku perlu diperlihatkan di tengah masyarakat, agar dapat menjadi kebiasaan dalam aspek perilaku, budaya dan sosial,” kata Swaidan, pengawas program kampanye tersebut.

Forum Budaya Makkah sebagai penggagas kampanye ini, mengusung tema “Bagaimana Menjadi Teladan,” sebagaimana yang diumumkan oleh Pangeran Khaled Al-Faisal, Amir Makkah, pada Oktober lalu.

Menurut Swaidan, inisiatif program tersebut muncul setelah melihat laporan statistik kecelakaan lalu lintas yang tinggi pada tahun lalu. Tercatat sebanyak 460.488 kecelakaan yang menyebabkan 7.489 kematian, termasuk 33.199 korban luka serius pada tahun lalu. Angka ini sama dengan satu kecelakaan dalam setiap menit, 4 orang luka-luka setiap jam dan 20 orang mati perhari. Laporan ini juga mencatat 73 persen di antaranya kecelakaan terjadi di kota-kota besar.

“21 miliar reyal terbuang sia-sia setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas. Arab Saudi berada di urutan ke-23 dalam daftar negara dengan tingkat kematian tertinggi dalam kecelakaan di dunia. Ini adalah rangking yang kedua di antara negara-negara Arab dalam hal kematian di jalan raya,” kata Swaidan.

Dia mengungkapkan bahwa sebagian besar korban meninggal pada kecelakaan lalu lintas pada kelompok usia 18-30 tahun. Angka kematian untuk laki-laki sebanyak 88 persen dan sisanya perempuan sebanyak 12 persen.

“Sejumlah studi dan penelitian terpercaya yang dilakukan oleh universitas dan lembaga penelitian ternama di berbagai negara di dunia, menemukan bahwa mengirim dan menerima pesan teks atau berbicara di telepon seluler saat mengemudi faktor utama terjadnya kecelakaan fatal yang menyebabkan kematian dan kecacatan,” kata Swaidan.

Dia menekankan pentingnya untuk meningkatkan kesadaran prilaku pengendara dalam bertukar informasi dengan tetap memperhatikan peraturan dan keselamatan berlalu lintas.

Tak lupa, Swaidan menjelaskan bahwa kampanye “Hidup Anda Lebih Berhaga Daripada Sebuah SMS” untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial terhadap negara dan generasi selanjutnya dengan meminimalisir angka kecelakaan, yang mengakibatkan kematian, cacat dan luka yang turut berpengaruh menguras perekonomian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*